Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Danny Pomanto: Pemkot Makassar Rusak Dua Bulan Terakhir

Danny Pomanto: Pemkot Makassar Rusak Dua Bulan Terakhir
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto, Kamis (22/2/2024). IDN Times/Ashrawi Muin
Intinya Sih
  • Danny kecewa dengan kinerja Pemerintah Kota Makassar selama cuti kampanye dua bulan terakhir.
  • Sektor strategis seperti pendidikan, pekerjaan umum, dan pengelolaan kebersihan tidak berjalan optimal.
  • Danny menduga adanya sabotase dan indikasi sistematis dalam memperlambat kinerja pemerintah untuk kepentingan politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Pemerintah Kota Makassar selama dua bulan terakhir. Dia menyebut beberapa program strategis terhenti, retribusi menurun, dan kondisi kota menjadi tidak terurus sejak ditinggal cuti kampanye dua bulan.

"Pasti menurun, modelnya begini, urus politik saja bagaimana caranya. Dua bulan ini hancur sekali. Rusak ini dua bulan. Saya bukan bicara karena ada atau tidak ada saya," kata Danny dalam keterangannya, Senin (25/11/2024).

1. Stagnasi program dan penyerapan anggaran

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Danny menyoroti bahwa beberapa sektor strategis seperti pendidikan, pekerjaan umum, hingga pengelolaan kebersihan tidak berjalan optimal. Akibatnya, potensi penyerapan anggaran menjadi minim, sementara pelayanan publik terganggu.

"Buktinya sekarang tidak ada yang jalan. Kan mestinya itu dulu jalan. Sekarang sampah-sampah nda diangkat. Tidak ada motor sampah, rusak semua. Saya kan sudah hitung ini barang," tegasnya.

Dia juga menyebutkan potensi silpa tahun ini cukup fantastis yakni sebesar Rp1 triliun. Ini merupakan imbas dari tidak berjalannya beberapa program di sektor strategis.

"Saya duga, saya coba hitung lagi, ini bisa Rp1 triliun loh. Jadi memang ada orang diduga sengaja dititip untuk menghancurkan Kota Makassar. Ini lagi rusak sekali ini barang," katanya.

2. Dugaan sabotase politik

Balai Kota Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Balai Kota Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Danny menduga ada pihak tertentu yang sengaja memperlambat kinerja pemerintah untuk kepentingan politik. Bahkan, dia menilai ada indikasi sabotase yang berjalan secara sistematis.

"Dua bulan tidak ada jalan sama sekali. Sengaja tidak dikasih jalan. Tidak tahu. Saya lihat ada unsur politiknya. Disabotase ini," katanya.

3. Rencana evaluasi pejabat

Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan Pomanto, usai diperiksa di Bawaslu Sulsel, Sabtu (19/10/2024). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan Pomanto, usai diperiksa di Bawaslu Sulsel, Sabtu (19/10/2024). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Danny pun berencana mengevaluasi pejabat di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas. Dia menegaskan tidak akan tinggal diam melihat kerusakan kota yang disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan pihak tertentu. 

"Pasti saya ganti yang tidak bisa menjalankan apapun alasannya. Setengah mati orang anggarkan, cari uang. Coba lihat sekarang, sampah di mana-mana loh. Makanya saya bilang harus dibersihkan ini Kota Makassar," kata Danny.

Dia juga menyebut posisi strategis seperti Sekretaris Daerah yang kosong menjadi salah satu hambatan. Namun, Danny memastikan akan segera melantik pejabat baru begitu izin dari Kementerian Dalam Negeri diterbitkan.

"Pemilihan sekda sudah selesai. Kan saya tunjuk Pak Firman yang saya usulkan. Tinggal itu sebenarnya," kata Danny.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More