Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BPBD Sulsel Mulai Siapkan Posko Bencana Hadapi Musim Hujan Akhir Tahun

Kota Makassar
2 min read
BPBD Sulsel Mulai Siapkan Posko Bencana Hadapi Musim Hujan Akhir Tahun
Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar, Amson Padolo. (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • BPBD Sulsel meminta kabupaten/kota mengaktifkan kembali posko kebencanaan atau darurat saat curah hujan meningkat, melalui koordinasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi musim 2026/2027.
  • BPBD telah memetakan lokasi rawan bencana di seluruh kabupaten/kota sebagai dasar penyiapan sarana penyelamatan dan titik pengungsian, serta mendistribusikan buffer stok ke daerah.
  • BBMKG Makassar memprediksi awal musim hujan Sulsel mundur dua hingga tiga dasarian dari periode normal November-Desember akibat peningkatan El Nino, tanpa berarti hujan tidak terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Meski masih musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan sudah mulai menyiapkan langkah menghadapi musim hujan 2026/2027. Pemerintah kabupaten/kota diminta kembali mengaktifkan posko kebencanaan atau posko darurat saat curah hujan mulai meningkat.

Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota akan diperkuat untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Posko menjadi salah satu bagian dari kesiapsiagaan ketika musim hujan mulai berlangsung.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan pada saat memasuki nanti curah hujan, untuk mengaktifkan kembali posko-posko kebencanaan, ya, posko darurat," kata Amson usai mengikuti pemaparan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).

  1. 1. BPBD petakan lokasi rawan bencana

    Ilustrasi bencana banjir. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
    Ilustrasi bencana banjir. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Menurut Amson, BPBD telah memetakan lokasi-lokasi yang rawan bencana di seluruh kabupaten/kota. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menyiapkan sarana dan prasarana penyelamatan. 

    "Kita kan sudah memetakan lokasi-lokasi yang rawan bencana. Semua kabupaten/kota, itu tersebut untuk menjagakan sarana-prasarana penyelamatan maupun titik-titik pengungsian," katanya.

  2. 2. BPBD distribusikan buffer stok ke daerah

    Potret Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan, Amson Padolo, dalam dokumentasi IDN Times.
    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Selatan, Amson Padolo. (IDN Times/Asrhawi Muin)

    Selain menyiapkan posko, BPBD Sulsel mulai mendistribusikan buffer stok ke pemerintah kabupaten/kota. Stok penyangga tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana ketika musim hujan tiba.

    "Kita juga sudah saat ini membagi buffer stok ke kabupaten/kota sesuai dengan Bapak Gubernur dalam rangka persiapan pada saat memasuki musim hujan," kata Amson.

  3. 3. Musim hujan mundur hingga 2-3 dasarian

    Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, dalam dokumentasi yang dipotret Asrhawi Muin untuk IDN Times.
    Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil. IDN Times/Asrhawi Muin

    Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan El Nino turut memengaruhi keterlambatan awal musim hujan di Sulsel. Musim hujan yang secara normal berlangsung pada November hingga Desember diprediksi mengalami kemunduran sekitar dua hingga tiga dasarian.

    "Kemunduran daripada musim hujan kita ini memang ada dari unsur peningkatan El Nino, tetapi bukan berarti tidak ada hujan," kata Nasrol.

    Menurut Nasrol, keterlambatan awal musim hujan tidak berarti Sulsel akan mengalami kondisi tanpa hujan. El Nino lebih berpengaruh terhadap waktu masuknya musim hujan dan jumlah curah hujan di sejumlah wilayah.

    "Musim hujan kita secara normal terjadi di periode-periode November-Desember, tetapi ada kemunduran dari 2-3 dasarian," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More