Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Periksa Anggota Terkait Penembakan Tewaskan Warga Kandea

Kota Makassar
2 min read
Polisi Periksa Anggota Terkait Penembakan Tewaskan Warga Kandea
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana saat jumpa pers terkait remaja Kandea tewas ditembak saat polisi datang bubarkan tawuran, Minggu (27/9/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)
  • Polisi memeriksa personel yang bertugas saat pertikaian antarwarga di Jalan Kandea, Makassar, setelah Rafli ditemukan sebagai korban dan meninggal dunia.
  • Lima personel Polsek Tallo mendatangi lokasi setelah laporan pertikaian pukul 02.50 Wita; polisi menyatakan mereka diserang batu dan busur sebelum tembakan peringatan dilepaskan.
  • Propam dan Irwas Polda Sulsel menyelidiki penembakan, senjata, serta kepatuhan SOP; autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Rafli dan hasilnya akan disampaikan transparan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Polisi memeriksa personel yang bertugas saat terjadi pertikaian antarwarga di Jalan Kandea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/9/2026) dini hari. Pemeriksaan dilakukan setelah seorang warga bernama Rafli meninggal dunia usai ditemukan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh Propam dan Irwasda Polda Sulsel. Polisi masih menyelidiki siapa yang melakukan penembakan, senjata yang digunakan, serta apakah tindakan tersebut sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

  1. 1. Pertikaian antarwarga terjadi di Kandea

    Ilustrasi tawuran. (IDN Times/ Aditya Pratama)
    Ilustrasi tawuran. (IDN Times/ Aditya Pratama)

    Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan peristiwa bermula dari informasi yang diterima Polsek Tallo sekitar pukul 02.50 Wita. Saat itu, polisi mendapat laporan mengenai pertikaian antarwarga yang terjadi di wilayah Kandea.

    Sebanyak lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda A Syarir kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Menurut Didik, personel yang tiba di lokasi justru diserang menggunakan batu dan busur.

    "Salah satu personel yang ada di TKP memberikan tembakan peringatan kemudian massa membubarkan diri," kata Didik dalam keterangannya, Minggu.

  2. 2. Rafli ditemukan jadi korban

    -
    Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

    Sekitar pukul 04.50 Wita, polisi mendapat informasi bahwa seorang warga menjadi korban dan telah dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Korban kemudian diketahui bernama Rafli, warga Jalan Kandea, Makassar.

    Kapolsek Tallo AKP Aspada bersama personelnya kemudian mendatangi rumah sakit tersebut. Korban selanjutnya dipindahkan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dan tiba sekitar pukul 06.00 Wita.

    Biddokkes Polda Sulsel kemudian melakukan pemeriksaan Visum et Repertum terhadap korban. Atas persetujuan keluarga, polisi juga melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian Rafli.

  3. 3. Propam dan Irwas periksa personel yang bertugas

    ilustrasi polisi(pexels.com/Muhammad Renaldi)
    ilustrasi polisi(pexels.com/Muhammad Renaldi)

    Arya mengatakan polisi akan menangani perkara tersebut tanpa membedakan status pihak yang terlibat. Ia menegaskan anggota Polri yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai hukum.

    "Kami menegaskan tidak ada perbedaan penanganan hukum terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana kepada siapapun baik itu anggota Polri maupun masyarakat sipil kita akan tindak secara tegas," tegas Arya.

    Didik mengatakan personel yang bertugas saat kejadian telah diperiksa oleh Propam dan Irwas Polda Sulsel. Pemeriksaan tersebut untuk menentukan pihak yang melakukan penembakan, senjata yang digunakan, serta memastikan apakah tindakan yang dilakukan telah sesuai SOP.

    Hasil autopsi juga masih ditunggu untuk mengetahui penyebab kematian Rafli. Arya menyatakan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara transparan kepada keluarga korban dan media.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More