Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Sebut Remaja Makassar yang Tewas Diduga Ditembak Terlibat Tawuran

Kota Makassar
2 min read
Polisi Sebut Remaja Makassar yang Tewas Diduga Ditembak Terlibat Tawuran
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Kapolrestabea Makassar, Kombes Pol Arya Perdana dan Kakak Korban Rafly, Hasrullah (40) saat jumpa pers di Biddokes Polda Sulsel, Minggu (27/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
  • Rafli Ramadhani meninggal setelah terkena luka yang menyerupai luka tembak dalam bentrokan antarwarga di Makassar.

  • Hasil autopsi telah selesai, sementara uji balistik masih ditunggu untuk memastikan jenis proyektil yang mengenai tubuh Rafli.

  • Propam Polda Sulsel memeriksa tujuh anggota polisi dan sejumlah warga untuk mengungkap kronologi kejadian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto, menyebut Rafli Ramadhani alias Pingky (19), terlibat tawuran di Jalan Kandea, Makassar, Minggu (27/9/2026) dini hari, saat terjadi peristiwa penembakan yang menewaskannya.

"Korban peserta tawuran dan warga mengetahui sekitar jam 4 (dini hari) ada korban meninggal dunia dan sudah berada di rumah sakit TNI Angkatan Laut," kata Didik Supranoto, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Keluarga setuju korban diautopsi

    Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (28/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
    Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (28/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

    Setelah mengetahui kejadian tersebut, polisi kemudian memindahkan jenazah Rafli ke RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 06.00 Wita untuk ditindaklanjuti dengan pemeriksaan visum.

    Atas persetujuan keluarga, polisi kemudian melakukan autopsi terhadap jenazah Rafli. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka yang menyerupai luka tembak di bagian punggung sebelah kiri yang menembus hingga ke lengan.

    "Hasilnya sudah selesai dan jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan," ujar Didik.

  2. 2. Polisi tunggu hasil uji balistik

    ilustrasi peluru (unsplash.com/Will Porada)
    ilustrasi peluru (unsplash.com/Will Porada)

    Meski hasil autopsi telah menunjukkan adanya luka tembak, polisi masih menunggu hasil uji balistik untuk memastikan jenis proyektil yang mengenai tubuh Rafli.

    "Nanti akan ada uji balistik. Nah, ini yang kita tunggu uji balistiknya, apakah jenis ukurannya milimeternya berapa, peluru tajam atau peluru karet, atau jenis lain nanti akan ketahuan di situ," tuturnya.

    Di sisi lain, Propam Polda Sulsel masih menyelidiki dugaan keterlibatan anggota polisi dalam peristiwa tersebut. Hingga Senin (28/9/2026), tujuh anggota polisi telah diperiksa, termasuk Kapolsek yang bertugas saat kejadian.

  3. 3. Propam periksa tujuh polisi termasuk Kapolsek Tallo

    Polda Sulsel menggelar apel pengamanan aksi May Day, Rabu (30/4/2025). Dok. IDN Times/Humas Polda Sulsel
    Polda Sulsel menggelar apel pengamanan aksi May Day, Rabu (30/4/2025). Dok. IDN Times/Humas Polda Sulsel

    Selain personel kepolisian, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian juga dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi penembakan Rafli.

    "Jadi sampai dengan saat ini Polda Sulawesi Selatan, khususnya dari Propam, sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota yang pada saat itu melaksanakan tugas, termasuk juga Kapolsek dan warga yang melihat kejadian tersebut," kata Didik.

    Didik menegaskan proses penyelidikan terkait kematian Rafli tetap berjalan. Polisi juga tetap memproses kasus perusakan pos mitigasi yang terjadi dalam rangkaian bentrokan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More