Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Musim Hujan Diprediksi Mundur, BPBD Sulsel Siaga Hadapi Kemarau Panjang

Kota Makassar
2 min read
Musim Hujan Diprediksi Mundur, BPBD Sulsel Siaga Hadapi Kemarau Panjang
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo. IDN Times/Asrhawi Muin
  • BPBD Sulsel siaga menghadapi kemarau panjang karena musim hujan 2026/2027 diprediksi baru mulai November, sementara status tanggap darurat kekeringan berlaku sejak 14 September 2026.
  • BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Dinas Pertanian untuk memastikan pasokan air bersih bagi warga terdampak, serta menguatkan pompanisasi dan penggunaan sumur bor.
  • BPBD akan berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan modifikasi cuaca. Keterlambatan musim hujan di sebagian besar Sulsel dipengaruhi dampak El Nino.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan siaga menghadapi dampak kekeringan panjang akibat musim hujan yang diprediksi baru mulai pada November 2026. Kesiapsiagaan tersebut tetap diperlukan karena status tanggap darurat kekeringan di Sulsel masih berlaku.

Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Langkah tersebut menjadi perhatian BPBD selama kondisi kemarau masih berlangsung.

"Jadi, menyikapi hal tersebut berarti kita harus pada kesiapsiagaan terkait kemarau masih ada," kata Amson saat mengikuti pemaparan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).

  1. 1. BPBD pastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi

    Ilustrasi air bersih  (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
    Ilustrasi air bersih (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

    Amson mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih melibatkan sejumlah stakeholder. BPBD berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap mendapatkan pasokan air.

    "Bagaimana memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, ya. Itu kita sudah berkolaborasi dengan stakeholder terkait, Dinas Parkintan, dengan kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.

    Menurut Amson, Sulsel telah memasuki status tanggap darurat kekeringan sejak 14 September 2026. Karena itu, BPBD tetap menjaga kesiapsiagaan meski curah hujan diprediksi mulai meningkat secara bertahap pada periode berikutnya.

  2. 2. BPBD siapkan pompanisasi dan sumur bor

    ilustrasi sumur bor ilegal (IDN Times/Aji)
    ilustrasi sumur bor (IDN Times/Aji)

    Selain distribusi air bersih, BPBD juga mendorong penguatan pompanisasi dan pemanfaatan sumur bor untuk menghadapi kemarau. Langkah tersebut kembali digiatkan sesuai arahan Gubernur Sulsel.

    "Yang kedua adalah terkait dengan pompanisasi dan sumur bor yang digalakkan kembali oleh bapak gubernur, mulai dari Dinas Pertanian dan kita nanti bekerja sama juga dengan Pak Ayi," katanya.

  3. 3. BPBD koordinasi dengan BMKG soal modifikasi cuaca

    Bubuk garam yang disemai untuk teknologi modifikasi cuaca di atas Selat Makassar, Jumat (13/1/2023). Dok. BPBD Sulsel
    Bubuk garam yang disemai untuk teknologi modifikasi cuaca di atas Selat Makassar, Jumat (13/1/2023). Dok. BPBD Sulsel

    BPBD juga akan berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila kondisi kemarau masih memberikan dampak terhadap ketersediaan air.

    Amson menegaskan kesiapsiagaan tetap diperlukan meski kondisi kekeringan tahun ini diperkirakan tidak separah periode sebelumnya. Menurutnya, pemerintah harus tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam penanganan bencana.

    "Walaupun memang ini kondisinya lebih curahnya lebih kecil, tapi di dalam kesiapsiagaan bencana, semua itu kita harus senantiasa waspada dan siap siaga," katanya.

    Sementara itu, BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Sulsel mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut dipengaruhi El Nino yang masih memberikan dampak terhadap waktu masuknya musim hujan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More