Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BMKG Imbau Warga Hemat Air dan Waspada ISPA saat Kemarau

BMKG Imbau Warga Hemat Air dan Waspada ISPA saat Kemarau
Ilustrasi air bersih (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Intinya Sih
  • BMKG mengingatkan warga Sulawesi Selatan untuk bersiap menghadapi musim kemarau yang berlangsung bertahap dari akhir April hingga September 2026.
  • Warga diminta menghemat penggunaan air dan menjaga kesehatan dengan waspada terhadap risiko ISPA akibat cuaca kering serta paparan debu.
  • BMKG menegaskan suhu panas saat ini masih tergolong normal karena masa peralihan musim, bukan akibat perubahan iklim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Sulawesi Selatan untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang datang bertahap. Peralihan musim ini diperkirakan mulai terasa sejak akhir April hingga September 2026.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Agus, menyebut kondisi udara saat ini masih berada dalam fase peralihan. Kelembaban udara di Sulsel juga masih cukup variatif, berkisar antara 65 hingga 94 persen.

"Jadi, kalau Sulawesi Selatan sendiri itu bertahap masuknya, mulai dasarian tiga april. Sedangkan Makassar sendiri nanti di bulan Mei," kata Agus, saat wawancara dengan IDN Times, Jumat (7/4/2026).

1. Hemat air saat curah hujan menurun

Ilustrasi air bersih  (IDN Times/Ervan)
Ilustrasi air bersih (IDN Times/Ervan)

Salah satu langkah yang disarankan adalah menghemat penggunaan air. Selama ini, musim kemarau identik dengan berkurangnya curah hujan.

Agus mengatakan perubahan musim dapat berdampak pada ketersediaan air. Kondisi ini juga memengaruhi kesehatan masyarakat.

"Untuk masyarakat lebih bersiap untuk menghadapi musim kemarau yang akan datang ini, dengan bijak di penggunaan air," kata Agus.

2. Waspada penyakit ISPA

Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa
Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi gangguan kesehatan akibat cuaca kering. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penggunaan masker dan menjaga kebersihan menjadi langkah yang disarankan. Masyarakat juga dimbau membatasi paparan debu untuk mengurangi risiko penyakit selama musim kemarau.

"Penyakit itu biasanya ISPA. Jadi lebih pakai masker dan lainnya," katanya.

3. Kondisi panas masih normal

IMG_20260417_140130.jpg
Cuaca panas terasa di Makassar dalam beberapa hari terakhir seiring masa peralihan menuju musim kemarau, Jumat (17/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

BMKG menyebut kondisi panas yang terjadi saat ini belum dapat dikaitkan dengan perubahan iklim. Kondisi tersebut dinilai masih berada dalam kategori normal.

Panas yang dirasakan lebih disebabkan oleh masa peralihan musim dari hujan ke kemarau. Perubahan ini membuat masyarakat merasakan perbedaan suhu yang cukup signifikan.

"Jadi, untuk masyarakat lebih memperhatikan atau memitigasi hal-hal yang terdampak akibat musim kemarau," kata Agus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More