Petugas BPOM Kediri melakukan uji lab makanan bergizi gratis di Tulunagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Yosef mengatakan, penerapan keamanan pangan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun lingkungan penerima manfaat seperti sekolah.
Menurutnya, sekolah juga perlu memastikan tersedianya fasilitas cuci tangan dengan air mengalir, sabun, serta lap kering.
"Memastikan budaya keamanan pangan pada siswa, cuci tangan dengan sabun selama minimal 10 detik, menggunakan alat makan yang bersih. Pangan siap saji maksimal 4 jam, dan harus segera dikonsumsi, karena lebih dari 4 jam meningkatkan risiko, utamanya produk DUIT (daging, unggas, ikan dan telur)," bebernya.
Ia menjelaskan daging, unggas, ikan, dan telur merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Namun, bahan pangan tersebut juga dapat menjadi media pertumbuhan mikroba apabila proses penyimpanan maupun pengolahannya tidak dilakukan dengan benar.
"Program baik tentunya harus dieksekusi dengan baik. Saat bicara masalah keamanan pangan, merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai suatu bangsa," ucapnya.