Makassar, IDN Times - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap kondisi geologi yang kompleks dan dominasi tanah lunak memperparah dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026. Gempa itu disebut berkaitan erat dengan aktivitas tektonik di kawasan Graben Palolo.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Hingga 18 Juni 2026, pihaknya mencatat telah terjadi lebih dari 150 gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 2,5 hingga 5,1.
“Gempa bumi utama yang diikuti banyaknya gempa susulan menunjukkan kondisi geologi yang rumit dengan jenis litologi yang beragam,” kata Lana dalam rekaman konferensi pers daring, yang dikutip, Senin (22/6/2026).
