Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

93 Pohon Tumbang di Makassar akibat Angin Kencang selama Desember

93 Pohon Tumbang di Makassar akibat Angin Kencang selama Desember
Ilustrasi pohon tumbang tutup akses jalan. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Share Article

Makassar, IDN Times - Selama Desember 2022, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencatat 93 kasus pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang.

Menurut Kepala DLH Makassar Aryati Puspasari Abadi, jumlah kasus pohon tumbang itu tercatat dalam rentang 1 hingga 29 Desember 2022. Sementara untuk 30 Desember kata Aryati, pihaknya masih melakukan pendataan dan penanganan.

"Untuk hari ini belum masuk datanya, petugas kami masih sementara di lapangan untuk penanganan dan pendataan," ungkap Aryati Puspasari kepada IDN Times Sulsel saat dikonfirmasi, Jumat petang (30/12/2022).

1. Rata-rata DLH tangani 10 kasus pohon tumbang per hari

Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang. (Istimewa)
Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang. (Istimewa)

Berdasarkan data DLH Makassar tersebut, kata Aryati, tidak setiap hari terjadi kasus pohon tumbang di Makassar. Walau demikian, dalam sehari petugas DLH bisa menangani empat sampai lima kasus.

"Jadi tidak terjadi setiap hari kasus pohon tumbang. Seperti kemarin (29/12) itu petugas kami tangani 10 kasus pohon tumbang ada di kecamatan Ujung Pandang, Makassar dan beberapa kecamatan lain," kata Aryati.

Pohon tumbang di Makassar terjadi di 13 kecamatan, yaitu Ujung Pandang 13 kasus, Tallo 4, Mamajang 6, Tamalate 14, Rappocini 9, Makassar 6, Ujung Tanah 3, Manggala 1, Mariso 1, Biringkanaya 6, Tamalanrea 6, Panakkukang 13, dan Bontoala 2 kasus.

2. BMKG Makassar: angin monsun masih cukup kuat

Ilustrasi badai angin (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi badai angin (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, Koordinator Bidang Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah mengatakan, prakiraan cuaca dalam satu pekan ke depan masih akan tetap terjadi hujan deras disertai angin kencang.

"Salah satunya yang mengakibatkan itu karena angin monsun (Asia) yang cukup kuat dan mengakibatkan aliran udara cukup kencang, jadi peningkatan pertumbuhan awan hujan terjadi secara signifikan," ungkap Hanafi.

"Sesuai yang disampaikan BMKG pusat itu cuaca ekstrem akan meningkat di tanggal 30 dan 31 (Desember) saat malam tahun baru, jadi memang nanti ada sedikit peningkatan curah hujannya," sambungnya.

3. Himbauan BMKG Makassar untuk masyarakat

Angkutan umum di Makassar tertimpa pohon tumbang / Polrestabes Makassar
Angkutan umum di Makassar tertimpa pohon tumbang / Polrestabes Makassar

Dengan kondisi cuaca tersebut, BMKG Makassar pun menghimbau agar masyarakat kurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi angin kencang atau hujan deras. Termasuk menghindari berlindung di bawah pohon besar.

"Dilihat juga di sekitar rumah, apakah ada pohon yang rimbun atau besar untuk segera dipangkas karena angin akan mendapat hambatan jika berhembus. Kita juga himbau saluran air (got) itu jangan sampai tersumbat," jelas Hanafi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

WALHI: 21 Daerah Sulsel Masuk Zona Risiko Ekologis dan Ruang Sipil

06 Jun 2026, 20:33 WIBNews