Angin Kencang, 5 Warga Tertimpa Pohon Tumbang di Makassar

Makassar, IDN Times - Sebuah pohon di Jalan Sungai Lariang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, tumbang di tengah hujan lebat dan angin kencang, Jumat (23/12/2022).
Kejadiannya tepat di samping Nurul Muttahidah IMMIM. Pohon tumbang ke arah warung bakso. Lima orang dilaporkan tertimpa pohon, sebagian sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
"Laporan sampai saat ini empat korban dievakuasi ke RS Pelamonia, satu korban masih terjebak di TKP," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, melalui keterangan tertulisnya, Jumat.
1. Tim URC evakuasi korban tertimpa pohon tumbang

Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dilaporkan telah menurunkan tim Init Reaksi Cepat (URC) untuk mengevakuasi pohon tumbang. Dikhawatirkan masih ada korban lain tertimpa pohon.
BPBD melaporkan sejumlah pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem, Jumat. Di antaranya di Jalan Kajaolalido, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan AP Pettarani.
2. Wali Kota minta masyarakat waspada

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Termasuk gelombang tinggi di wilayah pesisir. Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk selama periode 23-25 Desember 2022.
"Waspada semua pesisir pantai, sungai, kanal terlebih lebih jika curah hujan meninggi," kata Danny.
3. BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah tiga hari ke depan, antara 23 hingga 25 Desember 2022.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Kamal mengatakan, indikasi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulsel ditunjukkan oleh pemantauan dinamika atmosfer terkini.
Peringatan dini untuk kota atau kabupaten Pinrang, Parepare, Soppeng, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar," kata Kamal, Kamis.
Analisis model cuaca, demikian kata Kamal, menunjukkan kelembapan udara lapisan atas hingga ketinggian 500 mb dalam kondisi basah (70-100 persen). Selanjutnya diperkirakan terjadi perlambatan arus angin (konfluensi) di Selat Makassar bagian selatan menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan dan bergerak ke wilayah Sulsel.
"Terdapat kemungkinan potensi banjir rob di pesisir barat Sulawesi Selatan karena bertepatan dengan fase pasang maksimum," ucap Kamal.



















