Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

12 Daerah di Sulsel Terdampak Bencana Sepekan Terakhir

12 Daerah di Sulsel Terdampak Bencana Sepekan Terakhir
Sejumlah pengendara menerobos banjir di Kelurahan Paccinongan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (21/2/2022). ANTARA FOTO/Arnas Padda
Share Article

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi terjadi di 12 kabupaten dalam sepekan terakhir. Bencana banjir, tanah longsor hingga angin kencang terjadi seiring masa peringatan cuac buruk, 19 sampai 23 Februari 2022.

"Kejadian di Kabupaten Sidrap, Enrekang, Takalar, Luwu Utara, Maros, Tana Toraja, Jeneponto, Pangkep, Wajo, Pinrang, Bone, dan Kepulauan Selayar," kata Kepala BPBD Sulsel Muhammad Firda dalam keterangan tertulisnya kepada IDN Times, Kamis (24/2/2022).

Bila termasuk Kota Makassar, maka total daerah terdampak bencana menjadi 13 daerah. Sebab banjir juga diketahui merendam pemukiman warga di Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, sejak Selasa, 22 Februari. 

1. BPBD mendata seluruh daerah terdampak

Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Firda mengatakan, kejadian bencana dipicu kondisi cuaca ekstrem yakni hujan dengan intensitas tinggi, yang terjadi hampir sepekan. Petugas BPBD masing-masing wilayah pun langsung memantau dan mendata jumlah warga dan infrastruktur yang terdampak di masing-masing daerah.

Bencana mulai dilaporkan terjadi sejak 19 Februari. Di Sidrap, banjir merendam jalan poros di Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae.

"Dua unit rumah rusak berat dan satu rusak ringan. Korban luka satu orang dan korban terdampak banjir tiga kepala keluarga (KK) terdiri dari delapan jiwa," ucap Firda.

Kemudian di Enrekang, tanah longsor terjadi di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu. Bencana merusak infrastruktur jalan poros antar desa. Di Takalar, angin kencang merusak tujuh unit rumah di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara. 22 jiwa dari tujuh keluarga jadi korban terdampak.

2. Di Maros, angin kencang rusak material kantor desa

BPBD Maros menangani bencana. IDN Times/BPBD Maros
BPBD Maros menangani bencana. IDN Times/BPBD Maros

Di waktu yang sama, banjir juga merendam rumah ibadah dan puluhan hektar sawah serta kebun milik warga di tiga dusun di Desa Wara, Kecamatan Malengke Barat, Luwu Utara. Tiga dusun terdampak parah meliputi Rakki-rakki, Londong Dou, dan Layar Putih. Jumlah warga terdampak sebanyak 63 KK.

Pada Minggu, 20 Februari, angin kencang dilaporkan merusak banyak rumah di Maros. Di Kelurahan Minasaupa sebanyak 28 rumah rusak, di Kelurahan Salenrang 18 rumah, di Kelurahan Ampekale 2 rumah, Kelurahan Bontoa 4 rumah dan di Kelurahan Botolempangan 11 rumah dan 1 kantor desa, rusak.

Selasa, 21 Februari, tanah longsor dan pergerakan tanah merusak 7 rumah dihuni 16 KK, di Desa Rano Tengah, Kecamatan Rano, Tana Toraja. Di Enrekang, angin kencang mengakibatkan 3 rumah rusak tertimpa pohon tumbang di Desa Boyya, Kecamatan Maiwa.

Di Jeneponto, banjir merendam, pemukiman warga, sawah, pasar hingga jalan poros di Kecamatan Binamu dan Tamalatea. Di Pangkep banjir juga merendam lima kecamatan. Yakni, Pangkajene, Minasatene, Bungoro, Ma'rang, Segeri. 9 keluarga dilaporkan terdampak.

3. Pemerintah bantu perbaikan infrastruktur warga

Kejadian bencana hidrometeorologi di Sulsel dalam sepekan terakhir. (Dok. Pemprov Sulsel)
Kejadian bencana hidrometeorologi di Sulsel dalam sepekan terakhir. (Dok. Pemprov Sulsel)

Banjir juga melanda empat kecamatan di Takalar. Kecamatan meliputi, Polongbangkeng Utara, Polongbangkeng Selatan, Patallassang dan Mangarabombang. Di Wajo, banjir melanda empat desa di Kecamatan Sabang Paru. Dampaknya, 50 unit rumah, satu SD, PAUD dan Posyandu terendam banjir.

Hingga Rabu, 23 Februari, bencana banjir dan angin kencang juga melanda Kecamatan Pasimsunggu dan Pasimasunggu Selatan, Kepualauan Selayar. satu rumah dilaporkan rusak karena tertimpa pohon tumbang. Firda menyebut, banjir terjadi umumnya mencapai ketinggi 100 centimeter.

Kini kata Firda, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD masing-masing daerah telah menangani seluruh korban terdampak.

"Selanjutnya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan infrastruktur daerah terdampak," ucap Firda.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sahrul Ramadan
Aan Pranata
Sahrul Ramadan
EditorSahrul Ramadan

Latest News Sulawesi Selatan

See More

ART Asal NTT Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar

28 Jun 2026, 14:05 WIBNews