Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    108 Warga Makassar Terima Ijazah Kesetaraan, Ada Cleaning Service
    Sebanyak 108 warga belajar menerima ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C dari Pemkot Makassar di SKB Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026). (Dok. Pemkot Makassar)
    • Sebanyak 108 warga Makassar menerima ijazah kesetaraan Paket A, B, dan C di SKB Biringkanaya sebagai bukti penyelesaian pendidikan nonformal yang diakui negara.
    • Program ini membantu peserta dari berbagai latar belakang, termasuk satgas dan tenaga kebersihan, untuk meningkatkan peluang kerja serta melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
    • Pemkot Makassar mendorong warga putus sekolah kembali belajar melalui SKB dan PKBM, sejalan dengan kebijakan memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

    Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyerahkan 108 ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C kepada warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikan melalui jalur nonformal. Penyerahan ijazah berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026).

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan program pendidikan kesetaraan merupakan salah satu upaya Pemkot Makassar untuk menjamin hak seluruh warga memperoleh pendidikan. Menurut dia, layanan tersebut terbuka bagi semua masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.

    "Pendidikan adalah hak semua warga negara, tanpa batasan usia maupun latar belakang," kata Achi. 

    1. Seluruh lulusan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara

    ilustrasi ijazah sekolah (pexels.com/Gül Işık)

    Achi menjelaskan Paket A merupakan pendidikan setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Seluruh lulusan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan dunia kerja.

    Sebanyak 108 warga belajar menerima ijazah pendidikan kesetaraan pada kesempatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya personel Satgas Drainase Dinas PU, Satgas Kebersihan, tenaga cleaning service rumah sakit, hingga masyarakat umum yang mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui SKB.

    Achi mengatakan semangat para peserta menjadi hal yang paling membanggakan dalam program tersebut. Menurut dia, para peserta mampu tetap menempuh pendidikan meski di tengah kesibukan bekerja. 

    "Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar sambil tetap bekerja, tetapi mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan," katanya. 

    2. Memperbesar peluang mencari pekerjaan

    Sebanyak 108 warga belajar menerima ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C dari Pemkot Makassar di SKB Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026). (Dok. Pemkot Makassar)

    Khusus dari kalangan satgas, sebanyak 50 orang berhasil menyelesaikan Program Paket A atau pendidikan setara SD. Menurut Achi, kelulusan tersebut bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    "Antusiasme mereka sangat luar biasa. Setelah lulus Paket A, mereka akan melanjutkan pembelajaran ke Paket B. Kami ingin mereka terus melanjutkan hingga memperoleh ijazah yang lebih tinggi," katanya.

    Dia menegaskan program pendidikan kesetaraan tidak hanya bertujuan memberikan ijazah kepada peserta. Menurutnya, program tersebut juga bertujuan meningkatkan harkat, martabat, dan peluang hidup masyarakat.

    "Bisa saja suatu saat mereka tidak lagi bekerja sebagai Satgas Peralihnasa, tetapi karena sudah memiliki ijazah, mereka memiliki peluang mencari pekerjaan yang lebih baik," tutur Achi.

    3. Pemkot Makassar dorong warga putus sekolah kembali belajar

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soelaiman. (Dok. Pemkot Makassar)

    Achi berharap warga yang sempat putus sekolah kembali melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan layanan pendidikan kesetaraan melalui SKB dan PKBM untuk membantu masyarakat memperoleh ijazah.

    "Jangan pernah lelah untuk belajar. Bagi masyarakat yang sempat putus sekolah, SKB dan PKBM siap menjadi jembatan untuk mewujudkan impian," ucapnya.

    Program pendidikan kesetaraan melalui SKB dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sejalan dengan kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam memperluas akses pendidikan. Salah satu fokusnya adalah memastikan masyarakat tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan melalui jalur nonformal.

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Makassar telah membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS). Tim ini bertugas mendata, mendampingi, dan mengembalikan anak maupun warga putus sekolah ke layanan pendidikan formal maupun nonformal.

    Curated For You

    Editorial Team

    Related Article