10 Film Underrated Indonesia di 2024 yang Kembali Tayang di Netflix

Tahun 2024 kemarin, menjadi tahun yang cukup membanggakan bagi sejarah industri perfilman Indonesia. Bagaimana tidak setidaknya ada 60 juta tiket lebih telah terjual di tahun tersebut, hingga 21 judul film mengantongi box office. Selain itu, 2024 juga memiliki sederet film dengan kualitas dan cerita sempurna, tetapi sayang sepi peminat.
Menjadi salah satu platform yang fokus menghadirkan kembali film-film terbaik, Netflix setidaknya telah menghadirkan kembali 10 judul film yang dianggap memiliki potensi box office, tetapi gagal dengan jumlah penonton yang kurang memuaskan. Berikut kita bahas, 10 film underrated Indonesia, yang kembali tayang di Netflix.
1. Sehidup Semati

Mengusung genre thriller, Sehidup Semati hanya mampu mengumpulkan 127 ribuan penonton. Padahal, film ini memiliki cerita yang cukup ciamik, dengan akting pemain dan sinematografi yang mendukung. Film ini berfokus pada karakter Renata, yang terjebak di tengah-tengah lingkungan hingga pria toxic, yang kerap berselingkuh dan kasar.
2. Pasutri Gaje

Berpotensi box office dengan mempersatukan kembali Reza Rahadian dan BCL, Pasutri Gaje harus berpuas diri dengan 460 ribu penonton saja. Padahal diadaptasi dari Webtoon populer dengan balutan komedi yang kekinian, Pasutri Gaje menceritakan pengantin baru yang sedang ditekan untuk segera hamil oleh keluarga dan orang-orang sekitar.
3. Perempuan Berkelamin Darah

Berhasil keluar sebagai film terbaik Piala Citra hingga tayang di 27 festival internasional, tidak membuat Perempuan Berkelamin Darah mendapatkan penonton dengan mudah. Film yang menyoroti isu kekerasan seksual di NTT ini, hanya mampu mengumpulkan 30 ribuan. Film bergenre drama ini, mampu menghadirkan sensasi yang sangat mencekam.
4. Dua Hati Biru

Melanjutkan Dua Garis Biru (2019) yang sebelumnya berhasil box office, Dua Hati Biru hanya mampu mengumpulkan 500 ribuan penonton saja. Dua Hati Biru sendiri berfokus pada rumah tangga dari Bima dan Dara, setelah mereka resmi menjadi orang tua di usia muda. Ada banyak sekali konflik hingga isu diangkat, sehingga bisa jadi ilmu tambahan.
5. Kaka Boss

Banyak yang sudah berekspektasi sangat tinggi untuk film produksi Imajinari ini, Kaka Boss hanya mampu stuck di angka 859 ribuan penonton saja. Menghadirkan cerita dari seorang debt collector bernama Kaka Boss, yang berambisi beralih profesi sebagai penyanyi. Hal ini dia lakukan, agar anak wanita satu-satunya bisa bangga dan sayang kepada Kaka Boss.
6. Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2024)

Mengangkat tema cerita hingga judul yang sangat sensitif, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa berhasil mengumpulkan 655 ribuan penonton saja. Telah dibantu oleh akting totalitas dari pemain utama Aghniny Haque, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa berfokus pada cerita dari seorang muslimah yang berubah menjadi PSK, setelah dia difitnah oleh banyak orang.
7. Dilan 1983: Wo Ai Ni

Berharap bisa mengikuti kesuksesan dari Dilan Universe, Dilan 1983: Wo Ai Ni hanya mampu mengantongi 199 ribuan penonton. Diproduksi Falcon Pictures, Dilan 1983: Wo Ai Ni mengambil latar saat Dilan masih duduk di bangku SD. Karakter Dilan yang kita kenal sebagai pria romantis dan pemberani, rupanya telah tertanam sejak masih kecil.
8. Catatan Harian Menantu Sinting

Selanjutnya adalah Catatan Harian Menantu Sinting, yang berhenti di angka 790 ribu penonton selama tayang di bioskop. Dianggap memiliki potensi besar dengan humor yang sangat ikonik, Catatan Harian Menantu Sinting menceritakan pasangan pengantin baru berlatar keluarga Batak. Mereka berdua bermasalah dengan mertua yang sering ikut campur, hingga masalah kesuburan yang sedang diperjuangkan.
9. Heartbreak Motel

Sangat jauh dari kata ekspektasi, Heartbreak Motel hanya mampu mengumpulkan 74 ribu penonton. Sangat tertinggal dari film-film lainnya, padahal Heartbreak Motel memiliki alur cerita hingga sinematogtafi yang tembus Piala Citra. Film ini berfokus pada aktris dan model ternama, yang bersembuyi di tengah-tengah hubungan toxic hingga truma.
10. My Annoying Brother

Kembali tayang di 27 Februari 2025, My Annoying Brother telah tayang di bioskop, dengan 120 ribuan tiket terjual. My Annoying Brother menceritakan tentang mantan atlet judo yang tengah putus asa, setelah dia mengalami kebutaan. Di waktu bersamaan, hidupnya dikacaukan oleh sang kakak, yang kembali hadir, setelah bertahun-tahun menghilang.
Cerita yang baik hingga produksi yang tidak main-main, rupanya tidak mampu membuat penonton berbondong-bondong untuk menonton film tersebut. Ada cukup banyak faktor yang mampu menunjang film tembus box office, semoga film-film terbaik di tahun 2025, mampu dengan mudah mengumpulkan jumlah penonton memuaskan.



















