4 Kebiasaan Toxic Ini Sering Dianggap Normal, Segera Hentikan!

- Emotional dumping adalah kondisi ketika kamu merasa kesal dengan salah satu temanmu, tapi marahnya ke semua orang.
- Curhat malah jadi ajang adu nasib, bukan untuk dibanding-bandingkan.
- Gosip yang penuh dengan bumbu, lebih baik waktunya digunakan untuk menyampaikan ide baru atau bertukar pendapat mengenai pandangan hidup masing-masing.
Perlu kita ketahui, toxic merupakan istilah untuk menunjukan sesuatu yang dapat merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain, baik secara fisik maupun mental. Seseorang bisa dianggap sebagai toxic people karena ia sudah menebarkan hal yang negatif atau kebiasaan toxic pada lingkungannya.
Mungkin kita sendiri tidak menyadari bahwa sebenarnya sering melakukan kebiasaan yang ternyata toxic untuk orang lain dan perlu segera dihentikan. Sayangnya, beberapa kebiasaan toxic tersebut sering dianggap normal dan terkesan biasa saja. Padahal, mungkin saja bisa menyakiti atau menyebabkan permasalahan di antara kedua belah pihak tanpa mengetahui ada yang salah.
Lantas, apa saja kebiasaan toxic yang sering dianggap normal tersebut? Yuk, simak artikelnya sampai habis dan segera hentikan jika kamu merasa sering melakukannya!
1. Emotional dumping

Emotional dumping adalah kondisi ketika kamu merasa kesal dengan salah satu temanmu, tapi marahnya ke semua orang. Padahal, orang tersebut tidak tahu apa-apa, dan tidak ada kaitannya, tapi terkena imbasnya. Inilah salah satu kebiasaan toxic yang mungkin pernah kamu alami tapi tidak disadari.
Jika kamu merasa sering mengalami kondisi ini, daripada melampiaskan ke banyak orang, lebih baik tenangkan diri dahulu sebelum bertemu orang lain. Yang perlu kamu ingat bahwa orang lain bukanlah samsak tinju yang bisa kamu pukul kapan saja.
2. Curhat malah jadi ajang adu nasib

Pada umumnya, seseorang curhat dengan orang lain pasti memiliki tujuan untuk didengarkan atau dibantu mencari solusi, bukan untuk dibanding-bandingkan. Misalnya, “Ya elah.. gitu doang. Kamu masih mending! Lah aku...”.
Kamu harus ingat, bahwa masalah hidup setiap orang itu berbeda-beda dan bukan untuk ajang adu nasib siapa yang lebih kuat atau siapa yang lebih menderita.
3. Gosip yang penuh dengan bumbu

Saat ini, menggosip sudah menjadi kebiasaan rutin yang hampir dilakukan oleh semua orang. Berawal dari gosip, lalu diisi dengan bumbu atau hal yang dilebih-lebihkan, dan berakhir dengan rumor sana-sini. Contohnya, “Eh, kamu tau gak sih?! Si B kan lagi ini..., parah banget, gak sih?!”.
Daripada kamu melakukan kebiasaan toxic ini, lebih baik waktunya digunakan untuk menyampaikan ide baru, menceritakan hal-hal yang lebih berbobot, atau bertukar pendapat mengenai pandangan hidup masing-masing.
4. Bercanda dengan fisik orang lain secara terus menerus

Dalam hal ini bukan bercanda dengan sahabat dekat yang sudah sama-sama tahu, melainkan yang memang dimaksudkan untuk merendahkan fisik orang lain. Ini menjadi kebiasaan toxic yang perlu segera dihentikan. Sebab untuk beberapa orang yang sedang bergelut dengan rasa inscurenya hal tersebut justru akan membuat mereka semakin merasa rendah diri.
Itulah 4 kebiasaan toxic yang mungkin sering kamu lakukan tapi tidak kamu sadari. Sebaiknya segera hentikan karena mungkin untuk beberapa orang merasa tidak masalah dengan hal-hal seperti di atas. Tapi, tidak berarti semua orang bisa menerima perlakukan yang sama.
Ingatlah selalu, jika kamu ingin dihargai oleh orang lain, hargailah orang tersebut sebagaimana kamu ingin dihargai. Belajarlah untuk memperbaiki kebiasaan toxic yang sudah dinormalisasi tersebut, agar tidak mendatangkan masalah dikemudian hari.


















