Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa TK Katolik STA Anna Paniki Bawah Manado Belajar Mengenal Anoa
Siswa TK Katolik STA Anna Paniki Bawah berkunjung ke Anoa Breeding Center, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/12/023). IDNTimes/Savi

Manado, IDN Times – Belasan murid TK Katolik STA Anna Paniki Bawah mengunjungi Anoa Breeding Center (ABC), Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/12/2023). Di sana mereka belajar tentang bentuk tubuh, kebiasaan, dan cara hidup Anoa di konservasi ex situ.

Awalnya, murid-murid tersebut diajak berkeliling ke Anoa Corner. Selain menerima penjelasan pendamping, murid-murid juga menonton tayangan yang membahas tentang Anoa.

Setelahnya, mereka berkesempatan melihat Anoa secara langsung di kandang. “Awalnya searching-searching soal Anoa dan menemukan ABC ini. Kebetulan juga tema pembelajaran di sekolah tentang binatang,” jelas salah satu orang tua murid bernama Claudia.

1.Penting mengedukasi anak tentang satwa liar dilindungi sejak dini

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) bernama Denok dan anaknya, Raden, di Anoa Breeding Center, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/12/2023). IDNTimes/Savi

Claudia yang menginisiasi kunjungan ini mengatakan, penting untuk memperkenalkan anak-anak tentang Anoa. Apalagi, Anoa merupakan satwa endemik Sulawesi yang terancam punah.

"Kan kita tidak tahu anak-anak besarnya akan seperti apa, bisa jadi pemburu lalu salah memburu hewan dilindungi. Jadi lebih baik dididik sejak dini," ucap Claudia.

Hal yang sama juga diungkapkan dokter hewan di ABC Manado, drh Afifah Hasna. Menurutnya, penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap satwa liar kepada anak-anak sejak dini. "Setidaknya menumbuhkan rasa ini satwa yang harus aku banggain, ikut lestarikan. Baru dari situ mereka punya alasan kenapa harus ikut menjaga Anoa," jelas drh Afifah.

2.Sebagian besar pengunjung belum pernah melihat Anoa sebelumnya

Siswa TK Katolik STA Anna Paniki Bawah berkunjung ke Anoa Breeding Center, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/12/023). IDNTimes/Savi

drh Afifah sendiri bisa mendampingi 3-4 sekolah yang berkunjung ke ABC Manado setiap bulan. Ia mengungkapkan sebanyak 95% pengunjung belum pernah melihat Anoa sebelumnya.

Bahkan, orang tua murid dan guru yang ikut mendampingi juga belum pernah melihat Anoa sebelumnya. “Kalau dengar cerita tentang Anoa sudah pernah. Atau kalaupun lihat biasanya di televisi dan kebun binatang di luar,” tambah drh Afifah.

Tentunya, penjelasan kepada anak-anak sekolah akan disesuaikan dengan usianya.

3.Pengunjung dilarang berinteraksi langsung dengan Anoa

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) bernama Manis di Anoa Breeding Center, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/12/2023). IDNTimes/Savi

Selain anak sekolah, ABC Manado juga menerima kunjungan mahasiswa maupun peneliti. Pengunjung hanya perlu mengirim surat atau membuat janji dan tidak dipungut biaya sepeserpun.

Ketika berkunjung, ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan adalah berisik hingga berinteraksi langsung dengan Anoa.

“Setiap pengunjung tidak dianjurkan memberi makan, menyentuh, dan berinteraksi dengan satwa ini. Cukup mengamati,” tambah drh Afifah.

Hal itu diterapkan untuk keselamatan Anoa dan pengunjung itu sendiri. Selain itu, guna mengembalikan sifat liar, Anoa memang dilarang berinteraksi langsung dengan manusia.

Editorial Team

EditorSavi

Related Article