Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih Layani Bansos hingga Beli Hasil Panen

- Pemerintah mempercepat pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai pusat layanan masyarakat desa, mencakup penyaluran bansos, pembayaran tagihan, hingga distribusi barang bersubsidi.
- Kopdes Merah Putih juga berperan sebagai offtaker yang membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan ketika harga pasar turun untuk menjaga stabilitas pendapatan warga.
- Zulkifli Hasan menargetkan Kopdes Merah Putih mulai beroperasi pada September 2026 dengan dukungan sarana pemerintah, dan seluruh asetnya akan menjadi milik desa.
Makassar, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Menurut Zulhas, sapaannya, Kopdes Merah Putih disiapkan sebagai pusat layanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) se-Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (4/7/2026).
1. Kopdes jadi pusat layanan masyarakat dan penyaluran bantuan

Menurut Zulhas, Kopdes Merah Putih nantinya menjadi tempat penyaluran berbagai program pemerintah. Program tersebut mencakup bantuan sosial hingga layanan perbankan.
"PKH, seluruh bantuan pemerintah nanti didropnya di Kopdes. Kopdes yang akan membagi ke masyarakat. Bayar listrik, bayar telepon nanti di Kopdes. PLN cukup. Ada BRILink juga," kata Zulhas.
Zulhas juga menyebutkan Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat distribusi berbagai barang bersubsidi yang dibutuhkan masyarakat desa. Melalui skema tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses pupuk bersubsidi, LPG bersubsidi, dan kebutuhan lainnya dalam satu lokasi.
"Yang bersubsidi, pupuk, gas, semua nanti dijual di Kopdes. Jadi dia sebagai infrastruktur desa," kata Zulhas.
2. Kopdes akan membeli hasil panen dan tangkapan nelayan saat harga turun

Selain menjadi pusat layanan, Kopdes Merah Putih juga akan berfungsi sebagai offtaker. Melalui skema tersebut, koperasi akan membeli hasil panen petani maupun hasil tangkapan nelayan saat harga pasar turun.
"Kalau di daerah Bapak, harga gabah di bawah Rp2.500, nelayan ikannya di bawah Rp12.000, Kopdes yang akan membeli. Itu namanya offtaker," katanya.
3. Ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026

Zulhas juga mengatakan pemerintah menargetkan operasional Kopdes Merah Putih dimulai sekitar September 2026. Operasional tersebut dimulai setelah proses pembentukan dan penyiapan pengelola selesai.
"Kok belum? Memang belum. Koperasinya memang belum jadi. Akan jadi bulan September," ucapnya.
Setiap koperasi akan memperoleh dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah. Setelah proses tersebut selesai, seluruh aset akan diserahkan menjadi milik desa.
"Itu setelah selesai, akan diserahkan kepada desa. Mereka itu adalah milik desa," kata Zulhas.



















