Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga dari rekan kerja korban, Valenth awalnya tidak dapat dihubungi dan tidak terlihat keluar dari kamarnya saat hari libur.
Rekan-rekan kerja yang merasa curiga kemudian membuka kamar korban menggunakan kunci cadangan. Mereka lalu menemukan Valenth dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Keluarga mendapat informasi bahwa saat ditemukan, tangan dan kaki korban dalam kondisi terikat lakban. Bagian mulut dan lehernya juga disebut terlilit lakban.
Ibu korban, Ita, mengaku sangat terpukul atas kepergian putra sulungnya itu, apalagi dengan cara tragis. "Saya tidak pernah menyangka anak saya akan pergi secepat ini dengan kondisi seperti ini.Kami sudah meminta bantuan kepada KBRI setempat terkait kepulangan jenazah anak kami," ujar Ita.
Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto, mengatakan kakaknya tidak pernah bercerita mengenai masalah di lingkungan tempat kerjanya.
"Dia tidak pernah cerita kalau ada masalah di lingkungan kerjanya. Dia hanya bilang ingin pulang ke Indonesia. Kami berharap pemerintah bisa membantu mempercepat pemulangan jenazah agar keluarga dapat bertemu untuk terakhir kalinya," ujar Arnold.