Makassar, IDN Times - Tradisi wisuda dan perpisahan kini tak hanya menjadi milik perguruan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, tren seremonial kelulusan menyebar hingga ke jenjang taman kanak-kanak, SD, SMP, hingga SMA.
Namun fenomena ini mulai menuai kritik dari sebagian orang tua siswa yang merasa terbebani secara finansial dan sosial. Rubianti Sudikio, karyawan swasta yang juga salah satu orang tua siswa di Makassar, mengaku mendukung larangan pemerintah kota terhadap acara perpisahan atau wisuda yang digelar di hotel.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan justru menimbulkan kesenjangan di antara siswa.
"Karena itu sebenarnya sudah tidak sejalan dengan apa yang menjadi ketetapan. Apalagi, sekaitan dengan adanya iuran yang juga memberatkan bagi orang tua siswa," kata Rubianti saat berbicang dengan IDN Times, Jumat (9/5/2025).
