Warga Manado Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Ahmad Yani

- Umat Islam diajak bersyukur dipertemukan dengan Ramadan 2026.
- Masjid Ahmad Yani mengajak jemaah untuk menyumbang dana.
- Kanwil Kemenag Sulut meminta masyarakat menjaga toleransi.
Manado, IDNTimes - Mayoritas warga Kota Manado, Sulawesi Utara, menjalani salat tarawih perdana, Rabu (18/2/2026) malam. Salah satu yang dipenuhi jamaah adalah Masjid Raya Ahmad Yani di Jalan WR Supratman, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang.
Sekretaris Badan Takmir Masjid Raya Ahmad Yani, Syuaib Sulaiman, mengaku senang saf lelaki maupun perempuan penuh malam ini. Padahal, masjid dalam kondisi masih direnovasi sehingga salat tarawih hanya bisa dilaksanakan di pelataran belakang masjid.
"Masih ada sekitar 25% pengerjaan. InsyaAllah pekan ini selesai, sehingga kita bisa salat kembali di dalam dengan nyaman," ujarnya.
1. Bersyukur dipertemukan dengan Ramadan 2026

Penceramah salat tarawih malam ini, H. Kudrat Dukalang, mengatakan umat Islam patut bersyukur bisa dipertemukan lagi dengan Ramadan 1447 Hijriah. Pasalnya, tak semua orang memiliki kesempatan yang sama.
"Banyak yang belum sampai di bulan Ramadan tahun ini sudah dipanggil berpulang oleh Allah SWT," ujarnya.
Rasa syukur tersebut kemudian bisa disalurkan dengan memperbanyak ibadah dan berbuat baik terhadap sesama. Selain sebagai bentuk syukur, umat Islam tentu mendapatkan pahala berlimpah dengan memperbanyak ibadah.
2. Masjid Ahmad Yani ajak jemaah menyumbang

Selama bulan puasa, Masjid Ahmad Yani akan menggelar berbagai kegiatan seperti salat tarawih, ceramah, dan buka puasa bersama. Untuk kegiatan tersebut, Masjid Ahmad Yani baru memiliki dana Rp 20.000.000.
Angka tersebut baru berasal dari sumbangan pengurus BTM Raya Ahmad Yani, Majelis Taklim BTM Raya Ahmad Yani, toko, hingga individu. Sumber dana lain berasal dari kotak amal.
"Total dana yang kami butuhkan Rp 98.000.000 untuk kegiatan tersebut. Bagi yang menyumbang, silakan bisa langsung datang ke Masjid Ahmad Yani," terang Syuaib.
3. Minta warga jaga toleransi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, Ulyas Taha, meminta masyarakat menjaga toleransi selama bulan Ramadan 2026. Apalagi saat ini ada juga umat Katolik yang baru memulai ibadah pra-Paskah.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat tak mempermasalahkan perbedaan awal Ramadan 2026. Perbedaan tersebut tak ada yang lebih baik maupun buruk, karena metodenya sama-sama sah.
"Tidak perlu diperdebatkan (perbedaannya). Sebaiknya kita fokus meningkatkan ibadah sehingga bisa meningkat juga taraf hidup kita dan hubungan sosial kita," ujarnya.


















