"Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena ingin mendapatkan dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini Panduan Lengkap Niat Puasa Ramadan Beserta Cara dan Waktunya

Memasuki 1 Ramadan 1447 H yang jatuh pada Kamis (19/2/2026), umat Muslim bersiap menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Namun, tahukah kamu bahwa sah atau tidaknya puasa kita sangat bergantung pada satu hal mendasar, yakni niat?
Niat bukan sekadar rutinitas sebelum sahur, melainkan rukun puasa yang wajib dipenuhi. Agar ibadahmu makin mantap, yuk simak ulasan lengkap mengenai niat puasa Ramadan, dalil-dalilnya, hingga perbedaannya dengan puasa sunnah berikut ini!
1. Niat adalah penentu sahnya setiap amal perbuatan

Dalam Islam, niat menduduki posisi yang sangat krusial. Segala amal ibadah yang dilakukan tanpa didasari niat yang benar dianggap tidak sah secara syariat. Hal ini didasarkan pada hadis masyhur dari Rasulullah S.A.W. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Oleh karena itu, sebelum memulai puasa di fajar hari, seorang Muslim wajib memantapkan hati bahwa ia akan menjalankan ibadah puasa Ramadan esok hari karena Allah S.W.T.
2. Wajib berniat pada malam hari

Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa wajib seperti Ramadan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar (sebelum waktu Subuh). Istilah ini dikenal dengan Tabyit.
Dalil mengenai kewajiban berniat pada malam hari ini tertuang dalam hadis yang diriwayatkan dari Hafshah Ummul Mukminin R.A., Rasulullah S.A.W. bersabda:
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
3. Diucapkan dengan lisan atau cukup dalam hati?

Sering kali muncul pertanyaan: apakah niat puasa harus diucapkan atau cukup di dalam hati? Secara teknis, tempat niat adalah di dalam hati (al-qalbu). Jika seseorang sudah terdetik di dalam hatinya bahwa ia akan berpuasa esok hari—misalnya saat ia bangun untuk sahur—maka itu sudah dianggap sah sebagai niat. Karena itu niat tidak perlu dilafalkan, cukup dalam hati.
Adapun sebagian mayoritas ulama dari kalangan mazhab Syafi'i menganjurkan untuk melafalkan niat (talaffuzh bin niyah) guna membantu memantapkan kemantapan hati. Berikut adalah lafal niat puasa Ramadan yang umum digunakan:
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."
4. Perbedaan mencolok niat puasa Ramadan dengan puasa sunnah

Ada fleksibilitas yang berbeda antara puasa wajib (Ramadan) dan puasa sunnah (seperti Senin-Kamis) dalam hal waktu berniat:
- Puasa Ramadan: Niat harus dilakukan pada malam hari. Jika kamu lupa berniat hingga waktu Subuh tiba, maka puasa tersebut dianggap tidak sah sebagai puasa wajib (meskipun kamu tetap dilarang makan/minum demi menghormati bulan Ramadan).
- Puasa Sunnah: Niat boleh dilakukan di pagi atau siang hari setelah fajar, asalkan kamu belum mengonsumsi makanan, minuman, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Hal ini didasarkan pada hadis dari Aisyah R.A. yang menceritakan bahwa Rasulullah S.A.W. pernah datang kepadanya dan bertanya apakah ada makanan. Saat dijawab tidak ada, beliau bersabda:
"Kalau begitu, sekarang saya berpuasa." (HR. Muslim)
5. Apakah niat boleh dirapel untuk satu bulan penuh?

Dalam mazhab Syafi'i, niat puasa Ramadan wajib dilakukan setiap malam (tajdidun niyah). Hal ini karena setiap hari di bulan Ramadan dianggap sebagai satu ibadah yang berdiri sendiri.
Namun, sebagai langkah antisipasi jika lupa berniat di tengah bulan, ulama (seperti dalam mazhab Maliki) membolehkan berniat puasa untuk satu bulan penuh di malam pertama Ramadan. Meski begitu, sangat dianjurkan untuk tetap memperbarui niat setiap malam agar ibadah tetap terjaga sesuai rukunnya.
Semoga ulasan ini membuat ibadah puasa kita di tahun 2026 ini semakin berkualitas dan diterima oleh Allah S.W.T. Selamat menjalankan ibadah puasa!

















