Pemkot Makassar Tutup Sementara THM Selama Ramadan dan Nyepi

- Munafri menekankan pentingnya meningkatkan ibadah selama bulan suci Ramadan dan mengimbau agar anak muda tidak membuat kerumunan saat berbuka puasa.
- Safari Ramadan tetap berjalan dengan ASN turun ke wilayah untuk menyampaikan program-program pemerintah, sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama camat dan lurah.
- Penutupan THM bukan hanya regulasi administratif, tetapi juga upaya menjaga harmoni sosial. Kebijakan ini bertujuan menjaga kepercayaan
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026. Surat edaran ini mengatur penutupan sementara tempat hiburan menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M dan Hari Raya Nyepi (19 Maret 2026).
Surat edaran ditujukan kepada pengelola karaoke, rumah bernyanyi keluarga, serta panti pijat atau refleksi yang beroperasi di wilayah Kota Makassar. Kebijakan ini berlaku sejak 17 Februari 2026 hingga 23 Maret 2026.
Penutupan sementara mengacu pada Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2011 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata, Pasal 34 ayat (1) poin a dan e. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan keputusan ini diambil untuk menghormati bulan suci Ramadan. Hal tersebut bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan Ramadan.
"Soal Ramadan kita tutup THM, saya pastikan itu akan kami keluarkan edaran untuk memastikan itu, jangan dibuka THM-nya," kata Munafri, Selasa (17/2/2026).
1. Munafri ingatkan anak muda tetap tertib saat Ramadan

Munafri juga menekankan bahwa Ramadan adalah bulan penuh pahala. Bulan suci ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah, terutama pada 10 hari terakhir.
"Kalau hari-hari biasa cuma mampir di masjid datang salat saja, kalau bisa ditambah dengan berbagai macam ibadah untuk memaksimalkan terutama di 10 hari terakhir," katanya.
Selain itu, dia mengimbau anak muda agar tetap tertib dan tidak membuat kerumunan saat berbuka puasa bersama. Dia juga meminta mereka menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Jangan gara-gara malam Ramadan, anak muda semakin banyak keluar bukber ramai-ramai. Bukan dilarang bukber, tapi kalau gerombolan, tidak pakai helm, naik motor sore-sore, tutup jalan, pakai knalpot brong dan sebagainya. Bukan itu," jelasnya.
2. Munafri pastikan safari Ramadan berjalan

Munafri juga memastikan Safari Ramadan tetap berjalan dengan ASN turun ke wilayah untuk menyampaikan program-program pemerintah. Aktivitas pemerintahan lainnya tetap berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama camat dan lurah.
"Kegiatan-kegiatan kita sama, ada Safari Ramadan, turun ke wilayah-wilayah untuk menyampaikan program-program kepada masyarakat," tuturnya.
Melalui kebijakan ini, Munafri menegaskan kesungguhannya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas masyarakat dan nilai-nilai keagamaan. Dia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.
"Ini akan berjalan sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh teman-teman di Kesra bersama camat dan Lurah yang baru," jelasnya.
3. Penutupan THM jaga harmoni sosial dan suasana Ramadan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra, menegaskan bahwa penutupan THM bukan sekadar regulasi administratif, tetapi juga upaya menjaga harmoni sosial. Kebijakan ini mendorong pengelolaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara etis, menghormati norma sosial dan budaya lokal.
"Kepatuhan pengelola tempat hiburan bukan hanya bentuk ketaatan terhadap regulasi, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan ketertiban umum, sehingga ditutup sementara," katanya.
Hendra menyampaikan kebijakan ini sekaligus memastikan suasana Ramadan dan Nyepi di Makassar berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Kebijakan ini juga bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata.
"Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis suasana Ramadan dan peringatan Nyepi tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, sekaligus tetap menjaga kepercayaan publik terhadap iklim usaha pariwisata di Kota Makassar," katanya.


















