Distribusi BBM di Luwu Raya Kembali Normal, Stok Aman Sambut Ramadan

Makassar, IDN Times - Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG di wilayah Luwu Raya sempat terganggu selama aksi demonstrasi yang memblokade jalur utama Trans Sulawesi. Gangguan ini mempengaruhi pasokan di beberapa SPBU, terutama di Luwu Timur, namun kini kondisi kembali normal setelah koordinasi lintas instansi.
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, menyampaikan gangguan distribusi telah diatasi melalui mekanisme RAE (Regular Alternative Emergency). Dalam mekanisme ini, suplai yang biasanya datang dari Terminal Palopo dialihkan sementara dari Terminal Poso untuk wilayah Luwu Timur.
"Daerah Luwu Raya sempat terjadi kendala distribusi kurang lebih lima hari kemarin, kita tidak bisa supply di akhir. Tetapi berkat koordinasi dengan seluruh pihak, dengan provinsi, kabupaten, APH, TNI, Polri, kemarin kami sudah berhasil melakukan recovery build up stok," kata Yoga, Rabu (18/2/2026).
1. Koordinasi lintas instansi jamin pasokan BBM dan LPG

Untuk memastikan pasokan energi tetap stabil selama Ramadan, Pertamina menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi di wilayah Luwu Raya. Langkah ini mencakup pemantauan distribusi BBM dan LPG, serta penyesuaian jalur suplai jika terjadi kendala.
"Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, dengan provinsi, dengan kabupaten dan juga seluruh APH stakeholder untuk memastikan ketersediaan energi, jaminan pasokan di wilayah Luwu Raya baik untuk BBM maupun LPG," kata Yoga.
2. Dampak aksi blokade terhadap masyarakat

Sebelumnya, akses jalan Trans Sulawesi di Luwu sempat tertutup akibat aksi massa sehingga menghambat mobil tangki Pertamina dan memicu kelangkaan BBM. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan aparat terkait terus memfasilitasi pembukaan jalur agar distribusi energi kembali lancar.
Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan bahwa aksi blokade jalan memang dimaksudkan sebagai bentuk perjuangan. Namun, tindakan tersebut justru menyulitkan masyarakat Luwu sendiri, termasuk terganggunya rujukan medis dan suplai kebutuhan pokok.
"Melakukan aksi dengan menutup jalan itu secara tidak langsung sebenarnya menyusahkan orang Luwu sendiri. Karena toh kalau ada yang sakit mau dirujuk dan seterusnya," kata Jufri, Selasa (27/1/2026).
3. Stok BBM dan LPG dijamin aman selama Ramadan hingga Idulfitri

Secara umum, Pertamina memastikan stok BBM dan gas LPG di Sulawesi Selatan, termasuk di kawasan Luwu Raya, dipastikan aman selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Berdasarkan data Pertamina, ketersediaan LPG 3 kg tercatat cukup untuk 17,7 hari, Pertalite 9 hari, Pertamax 9,4 hari, dan Pertamax Turbo 11,8 hari.
Untuk jenis solar, stok Biosolar tersedia untuk 7,4 hari, sementara Pertamina Dex tercatat sangat panjang mencapai 400 hari karena permintaan yang relatif kecil. Sementara itu, avtur di Sulsel cukup untuk 5 hari ke depan.
Penyaluran BBM dan LPG di wilayah ini ditunjang oleh tiga terminal BBM yang berada di Makassar, Parepare, dan Palopo, serta depot LPG di Bosowa. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan energi tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri, terutama menghadapi potensi lonjakan konsumsi di masa mudik dan arus balik.


















