Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wali Kota Makassar Larang Konvoi dan Sahur On The Road selama Ramadan

IMG-20260218-WA0415.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diwawancarai di Balai Kota, Rabu (18/2/2026). (Dok. Pemkot Makassar)
Intinya sih...
  • Dukung larangan sahur on the road
  • Minta RT/RW hingga TNI-Polri perkuat pengawasan
  • Ramadan momentum ibadah dan stabilitas sosial
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar melarang konvoi kendaraan dan kegiatan sahur on the road selama bulan suci Ramadan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta masyarakat tidak menjadikan jalan raya sebagai lokasi berkumpul secara beramai-ramai, terutama pada waktu sahur.

Munafri menilai konvoi dan sahur on the road berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Aktivitas tersebut kerap memicu kebisingan, kemacetan, hingga risiko kecelakaan lalu lintas.

"Oh janganlah, jangan. Lagi-lagi mengganggu pengguna jalan yang lain. Saling jaga, keselamatan, apalagi banyak ramai-ramai, tidak pakai helm. Itu tidak boleh terjadi," kata Munafri, Rabu (2/2/2026).

1. Dukung larangan sahur on the road

Sahur On The Road oleh ratusan relawan pemadam kebakaran di Banjarmasin.
Ilustrasi Sahur On The Road

Munafri menyatakan dukungannya terhadap imbauan Kapolrestabes Makassar terkait larangan sahur on the road. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menjaga suasana Ramadan tetap aman dan kondusif bagi seluruh warga.

"Iya, saya juga imbau tidak usah ada sahur on the road. Lebih bagus sudah sahur, sholat subuh, mengaji-mengaji sedikit, terus pulang dari masjid," katanya.

2. Minta RT/RW hingga TNI-Polri perkuat pengawasan

IMG-20250813-WA0158.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Selain itu, Pemkot Makassar memperkuat pengawasan wilayah melalui koordinasi lintas sektor. Munafri meminta RT/RW, lurah, camat, hingga Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan pemantauan di lingkungan masing-masing dengan melibatkan TNI dan Polri.

Pendekatan yang ditekankan bukan semata penindakan, melainkan juga persuasif dan preventif. Aparatur kewilayahan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas selama Ramadan.

"Karena itu, peran aparatur kewilayahan menjadi garda terdepan dalam memastikan suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif," katanya.

3. Ramadan momentum ibadah dan stabilitas sosial

ilustrasi Ramadan (IDN Times/Esti Suryani)
ilustrasi Ramadan (IDN Times/Esti Suryani)

Munafri mengatakan Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah, tetapi juga periode yang membutuhkan perhatian ekstra terhadap ketertiban sosial. Aktivitas seperti ibadah malam dan pasar tumpah perlu diantisipasi secara terukur dan humanis.

"Kami Pemerintah Kota Makassar pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan, dan menciptakan suasana kota yang aman serta kondusif," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Munafri Arifuddin Ungkap Kebiasaan Sahur Simpel saat Ramadan

19 Feb 2026, 11:37 WIBNews