Munafri Arifuddin Ungkap Kebiasaan Sahur Simpel saat Ramadan

- Munafri memilih pola makan yang sederhana selama Ramadan, lebih mengutamakan asupan ringan untuk menunjang aktivitasnya.
- Munafri tidak memiliki hidangan favorit tertentu, menyantap menu berbuka secara sederhana sebagaimana hari-hari biasanya.
- Munafri menekankan agar Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum ibadah, memberi kesempatan untuk meningkatkan amalan dan kebaikan.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membagikan kebiasaan pribadinya dalam menjalani hari-hari awal bulan suci Ramadan. Di tengah agenda pemerintahan yang padat, dia tetap mengutamakan kebersamaan bersama keluarga pada hari pertama puasa.
Munafri mengatakan hari pertama Ramadan biasanya dia habiskan di rumah sebelum mulai menjalani rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang telah dijadwalkan di berbagai wilayah Kota Makassar. Setelah itu, aktivitasnya akan lebih banyak di luar untuk bersilaturahmi dengan masyarakat.
"Kegiatan Ramadan sama seperti biasa. Kalau saya sih hari pertama saya pasti sama keluarga, karena setelah itu sudah akan keliling terus setiap hari," kata Munafri, Rabu (18/2/2026).
1. Sahur sederhana dengan kurma dan air putih

Terkait menu sahur, Munafri mengaku memilih pola makan yang sederhana selama Ramadan. Dia tidak menyiapkan menu khusus dan lebih mengutamakan asupan ringan untuk menunjang aktivitasnya sepanjang hari.
"Kalau menu saya kalau bulan puasa itu cuman makan kurma sama air putih sudah kalau sahur," katanya.
2. Tidak punya menu favorit saat berbuka

Sementara untuk berbuka puasa, Munafri juga tidak memiliki hidangan favorit tertentu. Dia biasanya menyantap menu berbuka secara sederhana sebagaimana hari-hari biasanya selama Ramadan.
"Kalau buka ya standarlah," katanya.
3. Ajak warga maksimalkan ibadah terutama 10 hari terakhir

Di sisi lain, Munafri juga menekankan agar Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum ibadah. Bulan suci ini, kata dia, memberi kesempatan untuk meningkatkan amalan dan kebaikan.
"Ramadan ini adalah bulan di mana kita diberikan berlipat-lipat pahala sehingga masa kita tidak mau memaafkan ini dengan baik. Kalau hari-hari biasa cuma mampir di masjid datang salat saja, kalau bisa ditambah dengan berbagai macam ibadah untuk memaksimalkan terutama di 10 hari terakhir," kata Munafri.


















