Makassar, IDN Times - Bursa calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan mulai terlihat ramai saat ini. Hingga kini, para kandidat mulai berebut dukungan parpol mulai dari ikut uji kelayakan dan kepatutan bahkan sudah ada yang mendapat rekomendasi.
Namun sampai saat ini, baru dua kandidat yang berhasil mengantongi rekomendasi dari parpol yaitu Andi Sudirman Sulaiman dan Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. Sudirman diusung NasDem dan Demokrat, sedangkan Danny diusung Hanura, PDI P dan PPP.
Di luar dua figur tersebut, ada beberapa figur lain yang juga meramaikan bursa Pilgub Sulsel. Mereka adalah Andi Iwan Darmawan Aras (Ketua DPD Gerindra Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (eks Wali Kota Makassar), Annar Sampetoding (politisi PKS), hingga Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (eks Pangdam XIV Hasanuddin).
Namun di tengah ramainya bursa bakal calon gubernur Sulsel, wacana Pilkada kotak kosong justru kini muncul ke permukaan. Hal itu disinyalir karena adanya salah satu pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang disebut berupaya memborong rekomendasi parpol agar kandidat lain tak memiliki dukungan yang cukup untuk ikut bertarung di Pilgub Sulsel 2024.
