Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wacana Kotak Kosong Menguat di Pilgub Sulsel 2024
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyerahkan surat rekomendasi Pilgub Sulsel kepada Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, di kantor Demokrat, Jakarta, Jumat (19/7/2024). (YouTube Demokrat)
  • Bursa calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan ramai dengan perolehan rekomendasi parpol.
  • Andi Sudirman Sulaiman dan Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto telah mendapat rekomendasi dari parpol, namun muncul wacana kotak kosong.
  • Partai NasDem dan Demokrat telah mengusung pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi yang telah memenuhi syarat pencalonan. Sementara Danny Pomanto belum memenuhi syarat minimal pencalonan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Bursa calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan mulai terlihat ramai saat ini. Hingga kini, para kandidat mulai berebut dukungan parpol mulai dari ikut uji kelayakan dan kepatutan bahkan sudah ada yang mendapat rekomendasi.

Namun sampai saat ini, baru dua kandidat yang berhasil mengantongi rekomendasi dari parpol yaitu Andi Sudirman Sulaiman dan Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. Sudirman diusung NasDem dan Demokrat, sedangkan Danny diusung Hanura, PDI P dan PPP.

Di luar dua figur tersebut, ada beberapa figur lain yang juga meramaikan bursa Pilgub Sulsel. Mereka adalah Andi Iwan Darmawan Aras (Ketua DPD Gerindra Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (eks Wali Kota Makassar), Annar Sampetoding (politisi PKS), hingga Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (eks Pangdam XIV Hasanuddin).

Namun di tengah ramainya bursa bakal calon gubernur Sulsel, wacana Pilkada kotak kosong justru kini muncul ke permukaan. Hal itu disinyalir karena adanya salah satu pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang disebut berupaya memborong rekomendasi parpol agar kandidat lain tak memiliki dukungan yang cukup untuk ikut bertarung di Pilgub Sulsel 2024.

1. IAS sebut pembodohan publik

Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. IDN Times/Ashrawi Muin

Wacana kotak kosong ini turut disinggung Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Hal itu disampaikan IAS usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel di Swiss-Belhotel, Makassar, Senin (22/7/2024).

IAS mengaku sedang berjuang walaupun dinamika politik di Sulsel saat ini tidak cukup baik. Menurutnya, ada kecenderungan skenario kotak kosong.

"Kecenderungannya mempersiapkan agenda politik kontestasi politik kotak kosong. Ini adalah suatu proses pembodohan publik terhadap masyarakat," kata pria yang juga sebagai politisi partai Golkar itu.

Dia lantas mengingatkan bahwa masyarakat Sulsel, khususnya Kota Makassar, telah memiliki pengalaman tentang kotak kosong. Namun menurutnya, kotak kosong bukan hal yang baik.

"Bagaimana bisa memuaskan masyarakat kalau tidak ada orangnya itu kotak kosong yang kebetulan banyak yang pilih itu kotak kosong, dan saya kira menjadi salah satu pelajaran, jangan sampai terulang," kata IAS.

2. Danny ingatkan kotak kosong bukan hal baru

Bakal Calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Senin (22/7/2024). IDN Times/Ashrawi Muin

Di sisi lain, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, juga menanggapi isu kotak kosong ini. Dia menegaskan kotak kosong bukan hal baru bagi Sulsel bahkan populernya Makassar juga karena kotak kosong.

"Itu suatu proses meskipun banyak orang bilang itu tidak sehat, tapi itu sah saja dalam perjalanan mekanisme ini, banyak kekuatan yang membuat kotak kosong, ingat di Makassar kotak kosong menang," kata Danny.

Menurut Danny, tidak ada upaya untuk melawan kotak kosong. Hanya saja, sebaiknya memang ada kandidat yang bertarung di Pilkada.

Dia mengatakan kotak kosong mengumpulkan kekuatan yang tidak setuju dengan kondisi. Hal ini membuat Sulsel tidak melalui mekanisme terbaik.

"Apakah Sulsel ini sudah kekurangan pemimpin? Untuk apa bertanding? Kalau mau demokrasi, harus ada pengujian publik terhadap kandidat itu. Bagaimana menguji kalau kotak kosong, itu jadi hal misterius," kata Danny.

3. Sikap parpol di Pilgub Sulsel

Bakal calon gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, usai menerima surat rekomendasi Pilgub Sulsel di sekretariat Demokrat, Jakarta, Jumat (19/7/2024). (YouTube Demokrat)

Partai NasDem dan Demokrat telah mengusung pasangan Andi Sudirman Sulaiman–Fatmawati Rusdi. NasDem memiliki 17 kursi di DPRD Sulsel dan Demokrat meraih 7 kursi.

Dengan demikian, Sudirman dan Fatma telah mengantongi 24 kursi. Jumlah ini tentu melampaui syarat pencalonan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebesar 20 persen atau minimal 17 kursi dari 85 kursi di DPRD Sulsel.

Sementara itu, Danny Pomanto telah resmi mendapat rekomendasi dari Hanura, PDI P dan PPP. Hanura memiliki 1 kursi, PDI P 6 kursi dan PPP 9 kursi. Artinya, Danny baru mendapatkan 15 kursi atau belum memenuhi syarat minimal pencalonan.

Parpol lainnya seperti Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Golkar belum menentukan sikap di Pilgub Sulsel 2024. Sejauh ini, Gerindra masih menjagokan Ketua DPW Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) namun belum resmi mendeklarasikannya.

Di kubu Golkar, ada Ilham Arief Sirajuddin yang cukup aktif bersosialisasi. Namun ada juga kader Golkar lain yang digadang-gadang maju Pilgub Sulsel yaitu Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Editorial Team

Related Article