Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Darsil Yahya
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan verifikasi lapangan menjadi bentuk komitmen kampus dalam menjaga akurasi dan integritas proses seleksi KIP Kuliah.
Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"KIP Kuliah merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Unhas bertanggung jawab untuk memastikan proses seleksi berlangsung cermat, obyektif, dan berintegritas. Karena itu, verifikasi lapangan sangat penting agar bantuan ini benar-benar diterima oleh mereka yang berhak," ujar Ruslin.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung para wakil dekan menunjukkan keseriusan Unhas dalam menjaga kredibilitas program tersebut. Penetapan penerima beasiswa, kata dia, harus berbasis kondisi riil agar tidak terjadi salah sasaran.
"Kami ingin setiap keputusan didasarkan pada kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, penyaluran KIP Kuliah dapat berlangsung tepat sasaran dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas," tambahnya.