Kendaraan terjebak macet di Jl Urip Sumoharjo akibat blokade mahasiswa UMI saat aksi peringatan April Makassar Berdarah (Amarah), Jumat (24/4/2026) Dok. IDN Times / Darsil Yahya
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi daerah (Organda) yang tergabung dalam aliansi, di antaranya IPMIL Raya, KMP UMI Pinrang, Lamellong UMI Bone, IPPM Maros, Hipermawa Wajo, dan HPMM Enrekang.
Alif menambahkan, aksi tersebut direncanakan berlangsung hingga malam hari. Massa akan tetap bertahan sampai ada respons tegas dari pihak universitas terhadap berbagai tuntutan yang disuarakan.
Menurutnya, selain isu utama Amarah mahasiswa juga mengangkat persoalan internal kampus seperti dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan beasiswa hingga kebijakan penertiban titik kumpul organisasi mahasiswa.
“Titik kumpul itu adalah ruang lahirnya diskusi dan gerakan mahasiswa. Kalau itu ditertibkan, maka ruang demokrasi di kampus juga ikut dibatasi,” jelasnya.
Aksi peringatan 3 Dekade Amarah ini pun dipastikan akan terus berlanjut hingga malam sebagai bentuk tekanan moral kepada pihak kampus untuk segera merespons tuntutan mahasiswa.
Tragedi Amarah 1996 menewaskan tiga mahasiswa UMI Makassar akibat kekerasan aparat saat aksi protes kenaikan tarif angkot, yang kini diperingati setiap 24 April. Korban jiwa adalah Tasrif (21, Ekonomi), Andi Sultan Iskandar (22, Ekonomi), dan Syaiful Bya (22, Teknik), yang gugur saat menuntut keadilan