Tren Kasus Harian COVID-19 di Sulsel Mulai Menurun

Makassar, IDN Times - Tren kasus COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai melandai. Angka kasus harian mengalami penurunan secara perlahan dalam sepekan terakhir.
Pada Minggu 27 Februari 2022, angka kasus harian COVID-19 Sulsel mencapai 1.088 kasus. Angka ini cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa hari sebelumnya, khususnya pada 22 Februari di mana kasus harian mencapai 2.270 kasus.
"Kalau kita lihat kemarin, puncak kasus kayaknya di 2.270 sebenarnya 4 hari lalu. Kemudian turun 1.800, turun 1.500. Mudah-mudahan ini mulai turun. Tapi kan diprediksi akan turun terus," kata Koordinator Satgas COVID-19 Sulsel, Arman Bausat, melalui telepon, Senin (28/2/2022).
1. Angka kasus mingguan menurun

Secara mingguan, tren kasus COVID-19 Sulsel juga mengalami penurunan meskipun hanya sedikit. Pada 21-27 Februari 2022 atau pekan lalu, tercatat ada penambahan 10.181 kasus, angka ini sedikit menurun dibandingkan pekan sebelumnya, yakni 14-20 Februari yang mencapai 10.228 kasus.
Arman mengatakan tren kasus COVID-19 sebenarnya belum bisa diprediksi kapan akan melandai. Namun dia berharap kasus COVID-19 di Sulsel seperti di Jakarta di mana meskipun kasus naik namun kasus juga turun dengan cepat.
"Di sana kan sudah mulai turun. Kita juga begitu, cepat naik. Baru sekitar dua minggu naiknya, mulai turun. Mudah-mudahan ini semakin turun," ujarnya.
2. Angka kematian meningkat

Hal lain yang cukup menjadi perhatian yaitu meningkatnya angka kasus kematian pasien COVID-19 di Sulsel. Dalam sepekan terakhir, tercatat ada 47 kasus kematian. Angka ini lebih tinggi dari pekan sebelumnya yaitu 30 kasus.
Arman mengatakan tingginya angka kematian itu rata-rata disebabkan karena pasien belum pernah divaksinasi.
"Faktornya itu 85 persen itu tidak divaksin. Satu, karena komorbid. Kedua karena ada komorbid dan tidak divaksin," katanya.
3. Masyarakat diimbau segera vaksinasi

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan masyarakat pentingnya memperhatikan penerapan protokol kesehatan apalagi saat ini terjadi lonjakan kasus penyebaran.
Pelaksanaan vaksinasi ini, kata dia, merupakan ikhtiar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Data terakhir kementerian kesehatan menunjukkan bahwa 73 persen. meninggal karena belum vaksin lengkap.
"Olehnya itu, ayo segerakan vaksin sebagai ikhtiar dari resiko fatality. Ayo kita bersama menggalakkan Sulsel Kebut Vaksinasi," katanya.


















