Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trans Sulsel Layani 1,6 Juta Penumpang, Pemprov Sulsel Usul Rute Baru
Bus Trans Sulsel di Halte Panakkukang Square, Makassar, Sabtu (19/7/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Trans Sulsel telah melayani sekitar 1,6 juta penumpang sejak dikelola Pemprov Sulsel, dengan tiga koridor yang menghubungkan Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.
  • Hingga 15 Oktober 2026, 37 bus melayani 1.020.896 penumpang dan menghasilkan Rp3,03 miliar, namun antrean Bio Solar serta persaingan pete-pete menghambat operasional.
  • Pemprov Sulsel menerapkan tarif terintegrasi antarkoridor dan mengusulkan rute Pelabuhan Soekarno-Hatta menuju Terminal Malengkeri serta Pattallassang untuk memperkuat konektivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Layanan transportasi publik Bus Trans Sulsel telah melayani sekitar 1,6 juta penumpang sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dari pemerintah pusat. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator pemanfaatan transportasi umum di kawasan Makassar dan sekitarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Andi Erwin Terwo, mengatakan Trans Sulsel saat ini beroperasi pada tiga koridor, yakni Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5. Ketiga koridor tersebut melayani mobilitas masyarakat di kawasan Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.

"Perjalanan waktu tiga koridor ini, Trans Sulsel itu sudah mencapai per September kemarin, yaitu kurang lebih mengangkut penumpang sejak mulanya pengambilalihan ini 1,6 juta," kata Andi Erwin, Sabtu (31/10/2026).

1. Trans Sulsel beroperasi pada tiga koridor

Wujud bus Trans Sulsel yang diluncurkan di jembatan CPI, Makassar, Senin (14/7/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Koridor 1 melayani rute Panakkukang Square-Pelabuhan Galesong, Kabupaten Takalar. Koridor 2 menghubungkan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea dengan Stasiun Kereta Api Mandai melalui Bandara Sultan Hasanuddin.

Sementara Koridor 5 melayani rute Kampus Unhas Tamalanrea-Kampus Fakultas Teknik Unhas di Kabupaten Gowa. Awalnya, Trans Sulsel hanya beroperasi pada dua koridor sebelum pemerintah menambah layanan Koridor 5 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, Trans Sulsel mencatat 611.738 penumpang dari kapasitas layanan 827.540 penumpang. Tingkat keterisian atau load factor secara keseluruhan mencapai 73,92 persen.

Jumlah penumpang terus bertambah pada 2026. Hingga 15 Oktober 2026, Trans Sulsel telah melayani 1.020.896 penumpang dengan dukungan 37 unit bus. Pendapatan dari tarif layanan tercatat sebesar Rp3,03 miliar.

Tingkat keterisian setiap koridor menunjukkan hasil berbeda. Koridor 1 mencatat load factor 55,84 persen, Koridor 2 sebesar 30,97 persen, sedangkan Koridor 5 mencapai 109,52 persen.

2. Antrean BBM menghambat operasional bus

Antrean truk di depan SPBU Jalan Pettarani, Makassar, Selasa (13/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Meski jumlah penumpang terus bertambah, operasional Trans Sulsel masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di sejumlah SPBU kawasan Mamminasata.

Erwin mengatakan kendala tersebut berdampak terhadap jumlah perjalanan bus setiap harinya. Dalam kondisi normal, satu armada seharusnya mampu menempuh sembilan kali perjalanan atau ritase. Namun, akibat antrean pengisian BBM, jumlahnya terkadang hanya mencapai lima ritase.

"Yang pertama ini akhir-akhir ini terjadi agak langka. Soalnya itu yang juga menjadi hambatan sehingga biasanya ritase yang seharusnya sembilan kali hanya mencapai lima kali," katanya.

Selain persoalan BBM, persaingan dengan angkutan pete-pete juga menjadi tantangan bagi Trans Sulsel. Kondisi ini terutama terjadi di sejumlah titik naik dan turun penumpang di Jalan Perintis Kemerdekaan yang dilalui Koridor 2.

3. Trans Sulsel terapkan tarif terintegrasi antarkoridor

Sopir sedang mengemudikan bus Trans Sulsel di Makassar, Sabtu (19/7/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Pemprov Sulsel menerapkan tarif Trans Sulsel berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 79/I/Tahun 2026. Tarif umum ditetapkan sebesar Rp4.600 untuk satu kali perjalanan. Sementara tarif khusus sebesar Rp2.000 berlaku bagi pelajar, mahasiswa, lanjut usia berusia 60 tahun ke atas, dan penyandang difabel.

Trans Sulsel juga menerapkan integrasi tarif antarkoridor. Penumpang yang berpindah koridor dalam rentang waktu 90 menit tidak dikenakan tarif tambahan sesuai ketentuan dan mekanisme pencatatan perjalanan dalam sistem layanan. 

Kebijakan ini diharapkan membuat layanan transportasi publik semakin terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

4. Pemprov Sulsel usulkan penambahan rute baru

Potret sejumlah unit Bus Trans Sulsel. (Dok. Pemprov Sulsel)

Selain mempertahankan tiga koridor yang sudah beroperasi, Pemprov Sulsel berencana memperluas jaringan Trans Sulsel untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi. Dishub Sulsel mengusulkan penambahan rute yang menghubungkan Pelabuhan Soekarno-Hatta dengan Terminal Malengkeri dan kawasan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Erwin berharap rute tersebut dapat memudahkan penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta. Mereka bisa melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan dengan menggunakan transportasi umum.

"Kami usulkan penambahan rute untuk konektivitas, yaitu Pelabuhan Soekarno-Hatta ke Terminal Malengkeri dan Pattallassang Gowa. Jadi, mudah-mudahan ini bisa lagi akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin, terutama kepada penumpang yang dari jauh yang turun dari Pelabuhan Soekarno-Hatta ke tempat tujuannya," jelasnya.

Menurut dia, pengembangan layanan Trans Sulsel juga diarahkan untuk memperluas konektivitas ke sejumlah kabupaten dan kota. Fokusnya terutama pada kawasan pelabuhan, terminal, dan simpul transportasi lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut penguatan konektivitas transportasi berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Upaya tersebut juga diperlukan untuk menunjang aktivitas ekonomi antarwilayah.

"Pemprov Sulsel mendorong penguatan jalur utama transportasi barang dan jasa, kawasan wisata, serta kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan bandara," kata Sudirman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article