Kebakaran Makassar Tembus 402 Kasus, Damkarmat Butuh Tambahan Personel

- Hingga akhir Oktober 2026, Makassar mencatat 402 kebakaran, melampaui rekor lima tahun terakhir. Pemicu mencakup pembakaran sampah atau lahan, korsleting listrik, kebocoran gas, dan penggunaan kompor.
- Damkarmat Makassar memiliki sekitar 432 personel lapangan dan 54 kendaraan, sementara kebutuhan ideal diperkirakan 900 personel untuk melayani wilayah serta penduduk kota secara optimal.
- Damkarmat membutuhkan tambahan posko, personel, dan armada untuk mempercepat respons. Warga diimbau menjaga akses jalan, memeriksa listrik, serta menghindari pembakaran tanpa pengawasan.
Makassar, IDN Times - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat 402 kejadian kebakaran hingga akhir Oktober 2026. Jumlah tersebut melampaui angka kejadian kebakaran tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni 395 kasus pada 2023.
Kepala Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan tingginya angka kebakaran menjadi perhatian serius. Terlebih, jumlah tersebut tercatat saat 2026 masih menyisakan dua bulan.
"Sekarang sudah 402 kasus. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama, apalagi kita masih berada di akhir Oktober dan belum memasuki Desember," kata Fadli di Makassar, Kamis (28/10/2026).
1. Kasus kebakaran Makassar meningkat

Ilustrasi kebakaran (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) Berdasarkan catatan Damkarmat Makassar, kejadian kebakaran pada 2021 sebanyak 138 kasus, kemudian meningkat menjadi 151 kasus pada 2022. Angka tersebut melonjak menjadi 395 kasus pada 2023. Pada 2024, tercatat 383 kasus, sebelum turun menjadi 258 kasus pada 2025. Hingga akhir Oktober 2026, jumlah kejadian kebakaran kembali meningkat menjadi 402 kasus.
Fadli menjelaskan kebakaran lahan kosong dan pembakaran sampah tanpa pengawasan menjadi salah satu pemicu kebakaran sepanjang tahun ini. Selain itu, kebakaran juga dapat disebabkan korsleting listrik, kebocoran tabung gas, serta penggunaan kompor yang tidak disertai kewaspadaan.
"Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati," katanya.
2. Damkarmat Makassar butuh 900 personel

ilustrasi kebakaran (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, Damkarmat Makassar masih menghadapi keterbatasan sumber daya untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan secara optimal. Saat ini, Damkarmat Makassar memiliki sekitar 432 personel lapangan dan 54 kendaraan operasional dengan fungsi berbeda, termasuk unit pemadam serta kendaraan pendukung suplai air.
Menurut Fadli, jumlah personel tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Dengan karakteristik wilayah dan jumlah penduduk Makassar, kebutuhan personel diperkirakan mencapai 900 orang.
"Tingginya kejadian kebakaran, tentu jumlah personel tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Begitu juga perlu posko di tiap wilayah dan juga armada," tuturnya.
3. Penambahan posko untuk percepat respons

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang. IDN Times/Asrhawi Muin Selain personel dan armada, Damkarmat Makassar membutuhkan penambahan posko pemadam kebakaran di sejumlah wilayah. Keberadaan posko yang lebih dekat dengan masyarakat diharapkan dapat mempercepat waktu respons saat terjadi kebakaran.
Fadli mengatakan akses jalan yang sempit di sejumlah permukiman serta warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian turut menjadi tantangan bagi petugas saat menuju titik kebakaran. Penambahan posko, menurutnya, harus disertai dengan ketersediaan personel dan armada yang memadai agar pelayanan dapat berjalan efektif.
"Ketika ada penambahan posko, tentu harus dibarengi dengan penambahan personel. Bagaimana posko pemadam ini bisa lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kalau semakin dekat, masyarakat juga akan merasa lebih tenang," katanya.
4. Warga diimbau cegah kebakaran

Ilustrasi kebakaran. IDN Times/Istimewa Fadli mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran di lingkungan masing-masing. Warga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala, memastikan penggunaan kompor dan tabung gas aman, serta tidak membakar sampah atau alang-alang tanpa pengawasan.
Masyarakat juga diminta menjaga akses jalan dan lorong tetap terbuka agar kendaraan pemadam dapat menjangkau lokasi saat terjadi keadaan darurat. Menurut Fadli, pencegahan dan kecepatan penanganan menjadi dua hal penting untuk menekan risiko kerugian material maupun korban jiwa akibat kebakaran.
"Kita butuh kesiapsiagaan bersama, sehingga meminimalisir risiko kebakaran di Kota Makassar," katanya.



















