Siang Hari Terasa Gerah, BMKG Jelaskan Suhu Makassar saat Pancaroba

- BMKG mencatat suhu maksimum Makassar beberapa hari terakhir sekitar 35 derajat Celsius, masih normal meski siang terasa lebih panas dan gerah.
- Saat pancaroba, berkurangnya awan membuat sinar matahari lebih langsung mencapai permukaan; kelembapan tinggi juga menyulitkan tubuh melepaskan panas.
- Hujan pada 27 Oktober belum menandakan musim hujan; BMKG menilai akumulasi curah hujan dasarian, dengan awal musim diprediksi awal Desember 2026.
Makassar, IDN Times - Suhu udara pada siang hari di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali terasa lebih panas dan gerah. Kondisi ini dapat terjadi saat peralihan musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, menjelaskan suhu udara di Makassar dalam beberapa hari terakhir masih cenderung normal, yakni sekitar 35 derajat Celsius. BMKG juga belum mencatat peningkatan suhu yang signifikan di Makassar dan wilayah sekitarnya.
"Sebenarnya dalam beberapa hari suhu udara di Makassar masih cenderung normal, 35 derajat Celsius. Kalaupun terasa panas, itu bisa jadi karena perasaannya saja karena kan udara sudah mulai cerah lagi," kata Asriani saat diwawancarai IDN Times melalui telepon, Kamis (29/10/2026).
Dalam beberapa pekan terakhir, kualitas udara di Makassar dan sekitarnya memburuk akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan. Kabut asap tersebut menghalangi sebagian sinar matahari sehingga langit tampak mendung.
1. Suhu siang hari terasa lebih panas saat pancaroba

Kondisi udara di Kota Makassar, Rabu (21/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Langit yang relatif lebih bersih atau minim awan pada pagi hingga siang hari membuat sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi. Akibatnya, permukaan bumi menerima radiasi matahari secara maksimal tanpa banyak penghalang.
Asriani menjelaskan kondisi cuaca selama masa peralihan musim cenderung berubah-ubah. Suhu udara bisa terasa sejuk pada pagi hari, kemudian panas pada siang hari, sebelum kembali sejuk menjelang sore.
"Biasanya memang ada yang terjadi. Tapi kadang berubah. Misal pagi tidak panas, siang panas sekali, terus sorenya mulai sejuk," katanya.
2. Masih dalam kondisi normal

Kondisi udara di Kota Makassar, Rabu (21/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Secara meteorologis, suhu siang hari dapat terasa lebih panas ketika tutupan awan berkurang sehingga sinar matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi. Kelembapan udara yang tinggi juga dapat membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas melalui penguapan keringat sehingga udara terasa gerah.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya peningkatan suhu udara secara signifikan. Berdasarkan pemantauan BMKG, suhu maksimum di Makassar dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir masih berada di kisaran 35 derajat Celsius.
"Jadi masih dalam kondiri normal," kata Asriani.
3. Hujan perdana belum menandakan musim hujan

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra) Di tengah kondisi cuaca yang mulai berubah, hujan sempat mengguyur Kota Makassar pada Selasa (27/10/2026) sore. Namun, hujan tersebut belum menjadi penanda bahwa Makassar dan sekitarnyaa telah memasuki musim hujan.
"Tidak, hujan yang pertama kali turun tidak bisa langsung disebut sebagai musim hujan," kata Asriani.
BMKG menetapkan awal musim hujan berdasarkan akumulasi curah hujan dalam periode dasarian atau 10 hari, bukan hanya dari satu atau dua hari turunnya hujan. Suatu wilayah dinyatakan memasuki musim hujan ketika curah hujan mencapai minimal 50 milimeter dalam satu dasarian dan kondisi tersebut berlanjut selama dua dasarian berikutnya.
"Jadi, kalau masih ada jeda hujannya, berarti belum masuk musim hujan," katanya.
Karena itu, hujan yang turun di tengah masa peralihan musim masih dapat bersifat sementara dan belum menunjukkan pola hujan yang konsisten. BMKG sebelumnya memprediksi awal musim hujan di Kota Makassar berlangsung pada awal Desember 2026.



















