Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Topang Ekonomi Kawasan 3T, ASDP Layani 109 Ribu Penumpang di Luwuk
Kapal ferry milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani penyeberangan di wilayah Luwuk dan Banggai, Sulawesi Tengah. (Dok. ASDP Indonesia Ferry)
  • ASDP Cabang Luwuk melayani 109.521 penumpang dan 47.334 kendaraan selama Januari–Juni 2026, menjaga konektivitas serta mendukung ekonomi kawasan 3T seperti Banggai dan sekitarnya.
  • Enam armada ASDP beroperasi di lintasan komersial dan perintis, dengan tiga rute utama menyumbang sekitar 77 persen produksi layanan serta menopang distribusi komoditas unggulan daerah.
  • Tiga lintasan strategis memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, membuka akses wisata, memperlancar logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat telah melayani 109.521 penumpang dan 47.334 kendaraan melalui Cabang Luwuk selama periode Januari-Juni 2026. Layanan tersebut berperan menjaga konektivitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya wilayah Banggai dan sekitarnya.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan transportasi penyeberangan di wilayah kepulauan memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menghubungkan antarpulau. Menurut dia, layanan tersebut juga menjadi penopang aktivitas ekonomi, distribusi logistik, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga roda pemerintahan.

"Cabang Luwuk mencerminkan salah satu wajah utama ASDP sebagai penghubung antarpulau yang menjaga konektivitas hingga kawasan 3T. Di balik setiap lintasan yang kami operasikan, terdapat aktivitas ekonomi, distribusi logistik, layanan pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat yang terus bergerak," kata Heru, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

1. Penyeberangan jadi penggerak pembangunan di kawasan 3T

Kapal ferry milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani penyeberangan di wilayah Luwuk dan Banggai, Sulawesi Tengah. (Dok. ASDP Indonesia Ferry)

Heru menegaskan transportasi penyeberangan memiliki peran yang lebih luas. Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Karena itu, transportasi penyeberangan bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya. 

2. Enam armada layani lintasan komersial dan perintis di Banggai

Kapal ferry milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani penyeberangan di wilayah Luwuk dan Banggai, Sulawesi Tengah. (Dok. ASDP Indonesia Ferry)

Saat ini, ASDP Cabang Luwuk mengoperasikan enam armada. Dua di antaranya, yakni KMP Moinit dan KMP Dolosi, melayani lintasan komersial, sedangkan KMP Tuna Tomini, KMP Teluk Tolo, KMP Cengkih Afo, dan KMP Tanjung Api melayani lintasan perintis, dengan sebagian juga beroperasi pada lintasan komersial.

Kapal-kapal tersebut melayani sejumlah rute perintis seperti Luwuk-Banggai, Banggai-Boniton, Banggai-Kaukes, Banggai-Bobong, Banggai-Paisulamo, Paisulamo-Dungkean, Ampana-Wakai, Wakai-Gorontalo, Wakai-Toboli, Ampana-Pasokan, Pasokan-Dolong, hingga Dolong-Marisa. Sementara untuk layanan komersial, ASDP mengoperasikan lintasan Pagimana-Gorontalo, Luwuk-Saiyong, dan Kolonodale-Baturube.

Executive Director ASDP Regional 4, Syamsudin, mengatakan tiga lintasan tersebut menjadi penyumbang terbesar produksi layanan ASDP Cabang Luwuk. Menurutnya, ketiga lintasan itu berkontribusi sekitar 77,10 persen dari total produksi layanan cabang tersebut.

"Ketiga lintasan ini menjadi koridor strategis yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai komoditas unggulan, seperti hasil perikanan, kopra, kelapa, dan bahan bangunan," kata Syamsudin.

3. Tiga lintasan strategis dorong ekonomi Indonesia Timur

Kapal ferry milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani penyeberangan di wilayah Luwuk dan Banggai, Sulawesi Tengah. (Dok. ASDP Indonesia Ferry)

Menurut Syamsudin, keberadaan lintasan tersebut turut memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur. Lintasan itu menghubungkan Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara sekaligus membuka akses menuju destinasi wisata serta memperlancar distribusi logistik.

"Layanan penyeberangan ASDP turut memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, membuka akses menuju destinasi wisata, memperlancar rantai pasok logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah," katanya.

ASDP menyatakan keandalan layanan didukung penerapan prinsip 3S (Safety, Security, dan Service) di seluruh lintasan. Secara nasional, perusahaan saat ini mengelola 27 cabang, 320 lintasan, 37 pelabuhan, dan 222 kapal yang melayani rute komersial maupun perintis di berbagai wilayah Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article