Makassar, IDN Times – Suasana haru menyelimuti ruang perawatan Love Bird di RS Bhayangkara Makassar, Jumat (7/2/2025). Dua bocah malang, IS (8) dan SF (9), terbaring lemah di tempat tidur mereka, tubuh kecil mereka dipenuhi luka akibat kekerasan yang mereka alami.
Di tengah kepiluan itu, sebuah kunjungan penuh kasih datang dari Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto, dan istrinya, Ruthi Angreni.
Pasangan ini tiba dengan senyum hangat, namun ekspresi mereka seketika berubah saat melihat kondisi kedua bocah tersebut. Restu, yang selama ini dikenal tegas dalam tugasnya, tak mampu menyembunyikan kesedihan.
Air mata tampak menggenang di matanya, begitu pula Ruthi yang tak kuasa menahan keharuan saat membelai kepala kedua bocah itu dengan penuh kasih sayang.
Mereka tidak datang dengan tangan kosong. Boneka, mainan, dan buah-buahan mereka bawa sebagai bentuk dukungan moral. Upaya kecil ini menjadi simbol bahwa di tengah penderitaan, masih ada kepedulian dan kasih sayang dari mereka yang peduli.
“Sedih lihat kondisi anak-anak tadi. Tega sekali orang tuanya. Di umur 8 tahun, berat badannya hanya 15 kg, tinggal tulang, banyak luka-luka, dan kurang gizi. Semoga mereka tidak mengalami infeksi,” Restu dengan suara bergetar.
Kunjungan ini bukan sekadar simpati, tetapi juga pesan kuat bahwa kasus kekerasan terhadap anak harus mendapat perhatian serius. Restu berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan pelaku mendapat hukuman yang setimpal, serta memastikan IS dan SF mendapatkan perawatan terbaik.
Di tengah perjuangan bocah-bocah ini untuk pulih, setidaknya ada tangan-tangan yang siap merangkul dan memberikan mereka secercah kehangatan.
Senyum tipis sempat muncul di wajah mereka saat menerima boneka dan mainan dari Restu dan Ruthi. Sebuah harapan kecil bahwa masa depan yang lebih baik masih mungkin mereka raih.
