Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sulsel Siapkan Dua Paket Irigasi Perpipaan untuk Pertanian pada 2027
Ilustarasi jaringan irigasi (Dok. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
  • Pemprov Sulsel menyiapkan dua paket irigasi perpipaan melalui MYP tahap kedua pada 2027 untuk memperluas akses air bagi lahan pertanian yang belum terlayani optimal.
  • Lokasi proyek masih dikaji karena survei awal menemukan sejumlah usulan belum memenuhi kelayakan, terutama akibat keterbatasan sumber air; tim telah dibentuk untuk menentukan titik potensial.
  • Pemprov juga menargetkan penyelesaian 39 daerah irigasi pada 2027, sambil mengembangkan sistem perpipaan tertutup bagi wilayah pertanian yang masih bergantung pada curah hujan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyiapkan dua paket pembangunan irigasi perpipaan melalui program Multi Years Project (MYP) tahap kedua pada 2027. Program ini ditujukan untuk memperluas akses air ke lahan pertanian yang belum terjangkau jaringan irigasi secara optimal.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Misnayanti, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian. Pemprov perlu memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi persyaratan teknis, terutama terkait ketersediaan sumber air yang memadai.

"Berdasarkan penyampaian pimpinan sebelumnya, memang ada rencana untuk melanjutkan pekerjaan melalui program Multi Years tahap kedua. Rencananya akan ada dua paket lagi, dengan fokus pada irigasi perpipaan," katanya, Minggu (31/10/2026).

Misnayanti menjelaskan hasil survei awal menunjukkan tidak semua lokasi yang diusulkan memenuhi kriteria kelayakan. Salah satu kendala yang ditemukan adalah ketersediaan sumber air untuk mendukung operasional irigasi.

Karena itu, Pemprov telah membentuk tim untuk mengkaji kembali sejumlah lokasi potensial. Hasil kajian tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi pembangunan dua paket irigasi perpipaan.

1. Pemprov Sulsel targetkan penyelesaian 39 daerah irigasi

ilustrasi irigasi yang dibutuhkan sektor pertanian (dok. Kementan)

Pemprov Sulsel juga berupaya menuntaskan pekerjaan pada 39 daerah irigasi melalui program MYP. Upaya ini berjalan bersamaan dengan rencana pembangunan irigasi perpipaan pada tahap kedua.

Misnayanti mengatakan alokasi anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah berharap pekerjaan yang belum rampung dapat dilanjutkan melalui MYP tahap kedua.

"Kami berharap daerah irigasi yang belum rampung dapat dilanjutkan dan diselesaikan pada 2027," katanya.

Pengembangan irigasi perpipaan pada tahap berikutnya direncanakan menyasar lokasi di luar daerah irigasi yang saat ini dikerjakan melalui empat paket MYP. Pemprov juga mempertimbangkan kebutuhan irigasi di tingkat kabupaten, terutama wilayah yang belum mendapatkan layanan pengairan secara optimal.

Misnayanti mengatakan pengembangan irigasi perpipaan diperlukan karena masih banyak lahan pertanian di Sulsel yang mengandalkan curah hujan. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air untuk pertanian sangat bergantung pada musim.

2. Perluas akses air ke lahan pertanian

Ilustrasi lahan pertanian produktif.(IDN Times/Dhana Kencana)

Pemprov Sulsel berharap sistem perpipaan dapat memperluas jangkauan distribusi air. Dengan begitu, lahan pertanian yang selama ini belum terlayani jaringan irigasi permukaan bisa mendapatkan akses pengairan.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, sebelumnya mengatakan pengembangan irigasi perpipaan menjadi salah satu alternatif untuk distribusi air. Sistem ini disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Sulsel yang beragam.

"Ya, kita rencana mau mengembangkan irigasi perpipaan, karena kontur daerah kita ada gunung, ada lembah, ada gunung lagi, ada dataran. Sehingga, kalau perpipaan untuk memindahkan air ke tempat yang agak strategis, baru mungkin irigasi gravitasi," kata Sudirman.

3. Pengembangan irigasi perpipaan masih tahap perencanaan

Ilustrasi irigasi. (Dok. Kementan)

Sudirman menjelaskan rencana tersebut masih dalam tahap penyusunan Basis of Design (BOD) atau dasar perencanaan teknis. Pihaknya akan mengkaji beberapa titik terlebih dahulu sebelum menentukan lokasi pengembangan.

"Harapan kita ini baru dalam BOD, Basis of Design, mungkin sampling beberapa titik dulu. Paling tidak nanti titik itu, selain penanggulangan untuk banjir, sekaligus untuk sistem irigasi nantinya," katanya.

Sudirman menyebut sistem tersebut sebagai internal irrigation system atau irigasi tertutup. Berbeda dengan sistem terbuka yang menggunakan saluran konvensional, irigasi tertutup memanfaatkan jaringan perpipaan untuk menyalurkan air.

Curated For You

Editorial Team

Related Article