Sulsel Optimis Beras Tidak Jadi Pemicu Inflasi di Awal Tahun

Makassar, IDN Times - Masih awal tahun 2024, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan rupanya optimistis komoditas beras tidak menjadi pemicu inflasi. Pasalnya, harga beras saat ini masih cenderung fluktuatif.
Asisten II Pemprov Sulsel Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ichsan Mustari, yang perlu dimaksimalkan yaitu menjaga stok. Ketika stok mencukupi, maka otomatis harga juga terkendali.
"Hitungan dari Bulog, 3 bulan ke depan masih aman dan tentu tinggal bagaimana harga ini kita terus berkoordinasi," kata Ichsan saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (22/1/2024).
1. Upaya menekan harga beras

Salah satu upaya untuk menekan harga beras yaitu dengan menggencarkan pasar murah. Pasar murah menjual beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) dari Bulog serta beras medium dengan harga eceran tertinggi (HET).
"Stok kita mencukupi cuma biasanya harganya yang naik. Jadi caranya agar bagaimana agar dilakukan pasar murah yang kita mau jual dengan harga HET," kata Ichsan.
2. Kenaikan harga beras umumnya dipicu hari keagamaan

Inflasi pada awal tahun ini, kata Ichsan, menurun karena tidak ada event besar yang menyebabkan kenaikan harga beras. Event termasuk hari besar keagamaan selalu diperhitungkan karena di momen itulah permintaan banyak.
Ketika permintaan meningkat, ada kecenderungan masyarakat untuk membeli barang dalam jumlah besar atau panic buying. Namun kondisi itu, kata Ichsan, belum tampak pada awal tahun ini.
"Tapi terkait dengan kebutuhan atau stok yang ada, saya kira alhamdulillah kita selalu jaga terutama, terigu, beras, gula itu kan yang utama ya kalau di hari besar keagamaan," kata Ichsan.
3. Beras kerap menjadi pemicu utama inflasi

Ichsan mengakui beras memang kerap menjadi penyumbang inflasi. Maka tak menutup kemungkinan bahwa beras akan kembali menjadi salah satu pemicu utama inflasi.
Menurut data BPS yang dirilis pada 2 Januari 2024 lalu, Inflasi Sulsel pada Desember 2023 yaitu sebesar 2,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 117,35. Secara year on year, beras berada di urutan pertama sebagai komoditas penyumbang utama inflasi sebesar 0,822 persen.
Untuk menekan laju inflasi beras, maka pemerintah setempat harus memutar otak agar stok tetap terjaga. Salah satunya dengan mengimpor beras.
"Di Sulsel kita mengimpor bukan karean stok kurang, tapi bagaimana mengendalikan harga. Dengan cara seperti itu, sebuah metode agar kestabilan harga bisa dilakukan," kata Ichsan.



















