Sulsel Kembangkan Pendidikan K3 Sejak Dini, ILO Beri Apresiasi

- DK3 Sulsel mulai menjalankan program kerja dengan fokus pada pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sejak usia dini melalui pelatihan guru BK dan penyusunan kurikulum khusus.
- Program K3 akan diterapkan lewat proyek percontohan yang melibatkan perusahaan sekitar sekolah sebagai mitra pembinaan, seperti PLN, untuk menanamkan budaya K3 sejak dini.
- Pelaksanaan program didukung kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan serikat pekerja dengan pendanaan dari CSR; inisiatif ini mendapat apresiasi ILO dan menarik minat Trakindo.
Makassar, IDN Times - Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Sulawesi Selatan (DK3 Sulsel) mulai menjalankan program kerjanya setelah resmi terbentuk. Dalam waktu dekat, DK3 Sulsel akan menggelar workshop untuk memfinalisasi program di setiap komisi sebelum diterapkan melalui proyek percontohan (pilot project).
Ketua DK3 Sulsel yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan pihaknya tidak ingin menyusun program yang sulit diwujudkan. Karena itu, seluruh program akan diawali dengan implementasi di lokasi percontohan.
"Struktur sudah ada. Kemudian sejumlah program dan rencana kegiatan sudah ada di Dewan K3. Nah, kami insya Allah dalam waktu dekat akan melakukan workshop, memfinalkan apa yang menjadi program setiap komisi yang ada," kata Jayadi dalam Coffee Morning DK3 Sulsel di Kantor Disnakertrans Sulsel, Makassar, Kamis (16/7/2026).
1. Budaya K3 akan diperkenalkan sejak usia dini

Salah satu program unggulan yang akan dijalankan adalah pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sejak usia dini. Menurut Jayadi, budaya K3 perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak di bangku sekolah agar menjadi kebiasaan hingga memasuki dunia kerja.
Program tersebut akan diawali dengan Training of Trainers (TOT) bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK). Pelatihan akan melibatkan akademisi serta pakar K3 untuk menyusun kurikulum yang nantinya diajarkan kepada para siswa.
"Kita berikan TOT, materinya dari kampus teman-teman tadi, dari orang-orang pakar-pakar K3 kami datangkan. Dia yang mendesain kurikulumnya. Kemudian kita TOT-kan," katanya.
2. Gandeng perusahaan untuk jadi lokasi pilot project

Sebagai tahap awal, DK3 Sulsel akan menggandeng perusahaan di sekitar sekolah untuk menjadi mitra pembinaan. Misalnya, sekolah yang berada di sekitar fasilitas PT PLN akan dibina bersama oleh tenaga ahli perusahaan dan para guru yang telah mengikuti pelatihan.
"Misalnya PLN membina tentang bagaimana K3 usia dini. Makanya sekolah-sekolah yang berdekatan dengan PLN yang ada di sekitarnya, maka itu yang kami jadikan," ucapnya.
3. Libatkan dunia usaha dan manfaatkan dana CSR

Selain K3 usia dini, DK3 Sulsel juga menyiapkan program pembinaan K3 untuk sektor usaha serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Seluruh program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan serikat pekerja.
Jayadi menyebut pembiayaan program tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Perusahaan didorong melaksanakan program melalui anggaran internal maupun dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sementara DK3 berperan sebagai koordinator.
"Ternyata di perusahaan sudah lama menunggu apa yang bisa menggerakkan dia. Nah, dengan adanya Dewan K3 ini ternyata dia merasa tergerak," katanya.
4. Program Sulsel diapresiasi ILO dan dilirik Trakindo

Jayadi mengatakan tahun 2026 menjadi fase penguatan kelembagaan DK3 Sulsel. Sementara pada 2027 hingga 2028, program akan diperluas ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Menurut Jayadi, program K3 usia dini yang dikembangkan Sulsel telah mendapat apresiasi dari International Labour Organization (ILO). Bahkan, perusahaan Trakindo berencana mengadopsi pola pembinaan tersebut untuk diterapkan di cabang-cabangnya di seluruh Indonesia.
"Nah ini ILO, lembaga PBB yang menangani persoalan ini, sudah mengatakan, Wah, luar biasa, bisa dari Sulawesi Selatan muncul yang namanya pembinaan K3 usia dini," katanya.










![[CEK FAKTA] Benarkah Basri Kajang Ditangkap Terkait Korupsi di Gowa?](https://image.idntimes.com/post/20250905/upload_fc8e899744468f849856dffec892bd8b_98b1d504-1079-497e-b1d9-b55bd29e8ff4.jpeg)








