Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Stok Vaksin Tersedia, Sulsel Kejar Imunisasi Campak hingga Mei 2026

Stok Vaksin Tersedia, Sulsel Kejar Imunisasi Campak hingga Mei 2026
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin. IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan stok vaksin campak mencukupi dan telah terdistribusi ke seluruh kabupaten terdampak untuk mendukung percepatan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).
  • Kabupaten Sinjai mencatat capaian ORI tertinggi dengan 160,90 persen, sementara total 169 kasus positif campak di Sulsel sejak Januari hingga April 2026 seluruhnya telah dinyatakan sembuh.
  • Program imunisasi difokuskan membentuk kekebalan kelompok bagi 116.808 balita di Sulsel dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026, dengan Makassar sebagai wilayah sasaran terbesar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan ketersediaan vaksin campak dalam kondisi mencukupi untuk mendukung penanganan kasus di sejumlah wilayah. Vaksin tersebut juga telah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota yang terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan distribusi vaksin menjadi bagian dari upaya percepatan imunisasi. Langkah ini difokuskan pada pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).

"Vaksin kita di Sulawesi Selatan tersedia dan sudah terdistribusi ke semua kabupaten yang terdampak," kata Evi, Rabu (15/4/2026).

Menurut dia, ketersediaan vaksin menjadi salah satu faktor penunjang dalam menekan penyebaran campak. Pemerintah daerah bersama fasilitas layanan kesehatan kini fokus pada pelaksanaan imunisasi di lapangan.

1. Sinjai jadi daerah dengan capaian ORI tertinggi

ilustrasi vaksin (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi vaksin (IDN Times/Aditya Pratama)

Pelaksanaan imunisasi melalui ORI terus digencarkan di wilayah terdampak untuk mengejar cakupan vaksinasi. Dinas Kesehatan Sulsel mencatat Kabupaten Sinjai menjadi daerah dengan capaian tertinggi.

"Sinjai itu sekarang sasarannya sudah sampai kepada angka 160,90 persen untuk pelaksanaan ORI-nya," kata Evi.

Sejumlah daerah yang sempat terdampak kasus campak antara lain Kabupaten Bulukumba, Jeneponto, Sinjai, Maros, Wajo, Luwu, Luwu Timur, serta Kota Makassar. Namun dari total 169 kasus positif campak sepanjang Januari hingga April 2026, seluruh pasien yang tercatat kini telah dinyatakan sembuh.

2. Imunisasi untuk membentuk kekebalan kelompok

ilustrasi vaksinasi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi vaksinasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Program imunisasi melalui ORI dan imunisasi kejar bertujuan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu mencegah penyebaran campak secara lebih luas, terutama pada kelompok rentan seperti anak usia dini.

"Imunisasi itu bukan pengobatan, tetapi salah satu upaya untuk dilakukan pencegahan agar tidak menyebar penyakit campak ini," kata Evi.

Secara keseluruhan, total sasaran balita dalam program ini mencapai 116.808 anak di Sulawesi Selatan. Kota Makassar menjadi wilayah dengan jumlah sasaran terbesar, yakni 106.473 anak.

3. ORI ditargetkan rampung hingga akhir Mei 2026

ilustrasi vaksin (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
ilustrasi vaksin (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Pemprov menargetkan pelaksanaan imunisasi balita melalui ORI berlangsung hingga akhir Mei 2026. Seluruh kabupaten dan kota terdampak diharapkan sudah tervaksinasi dalam rentang waktu tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.

"Karena jangan sampai masih ada tambahan, kan namanya penyakit menular tidak ada hentinya sehingga kita agak perpanjang sampai akhir mei 2026. Kita target segitu. Ini untuk ORI," kata Evi. 

Namun dia menegaskan imunisasi campak bukan hanya berlangsung pada Mei. Vaksinasi campak tetap merupakan program rutin, meski saat ini diperkuat karena adanya kejadian tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More