Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Teror Busur Panah di Makassar, Pria Diburu hingga Masuk Toko

Teror Busur Panah di Makassar, Pria Diburu hingga Masuk Toko
Rekaman CCTV peristiwa teror busur panah di Makassar. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
  • Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria dikejar sekelompok pemuda bersenjata tajam hingga masuk ke toko kelontong di Jalan Pongtiku, Makassar, pada Rabu dini hari.
  • Saksi mata bernama Nurul menyebut para pelaku berjumlah sekitar empat orang dan membawa parang serta busur panah, namun tidak ada barang toko yang hilang.
  • Polisi masih menyelidiki kasus ini dengan memeriksa rekaman CCTV dan mencari korban maupun pelaku, sambil memastikan apakah insiden terkait geng motor atau tawuran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Aksi brutal sekelompok pemuda bersenjata tajam yang memburu seorang pria hingga masuk ke dalam toko kelontong di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, viral di media sosial.

Peristiwa yang terekam CCTV itu terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Dalam rekaman, seorang pria berbaju putih dan mengenakan masker terlihat berlari panik lalu masuk ke dalam toko untuk bersembunyi.

1. Korban panik hingga masuk ke dalam toko

ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)

Tak lama setelah korban masuk, sekelompok pria datang dan diduga langsung mengejar ke dalam toko. Salah satu pelaku terlihat membawa busur panah dan sempat melakukan pengancaman.

Beberapa saat kemudian, korban ditarik keluar dari dalam toko oleh kelompok tersebut. Ia diduga menjadi korban pembusuran dan penikaman.

Pemilik toko, Nurul (25), mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat saat dirinya bersama sang kakak sedang berada di lokasi berjualan. “Sekitar jam 3 dini hari, saya sementara jaga,” kata Nurul kepada awak media, Rabu (15/4/2026).

Ia menuturkan, korban datang lebih dulu dalam kondisi panik sebelum akhirnya disusul oleh kelompok yang mengejar. “Tiba-tiba ada seorang pria langsung lari masuk. Selang sekitar satu menit, baru datang kelompok yang mengejar,” ungkapnya.

2. Pelaku membawa senjata tajam

Ilustrasi busur dan anak panah. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi busur dan anak panah. (Dok. Istimewa)

Nurul mengaku panik dan tidak sempat memperhatikan detail para pelaku, termasuk apakah mereka datang menggunakan sepeda motor atau tidak. “Saya tidak tahu mereka naik motor atau tidak, karena langsung panik. Mereka tidak dikenal dan langsung masuk,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa orang dari kelompok tersebut membawa senjata tajam. Ia memperkirakan jumlah pelaku sekitar empat orang yang berada di sekitar lokasi.

“Mereka bawa parang dan busur. Temannya mungkin sekitar empat orang,” ujarnya.

Setelah korban ditarik keluar, Nurul tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya karena takut keluar dari toko. Ia memastikan tidak ada barang di tokonya yang hilang dan menduga para pelaku memang hanya mengejar korban.

“Tidak ada barang hilang,” tambahnya.

3. Polisi masih menyelidiki dan kejar pelaku

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin (kiri). IDN Times/Faisal Mustafa
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin (kiri). (IDN Times/Faisal Mustafa)

Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut. Hingga kini, belum ada laporan resmi dari korban.

“Yang viral di media sosial itu masih kami dalami, apakah pelakunya geng motor atau terkait tawuran. Saat ini baru terpantau dari CCTV,” ujarnya.

Polisi dari Polsek Bontoala juga tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Petugas dari polsek terdekat masih mendalami dan mengumpulkan bukti di lapangan,” jelas Wahid.

Terkait kondisi korban, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran karena belum ada laporan resmi yang masuk. “Kondisi korban juga masih kami dalami,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More