KDRT Berujung Maut di Minahasa Tenggara, Korban Remaja Disabilitas

Seorang pria bernama Noval Makasele (28) menikam istri sirinya.
Pelaku diketahui pernah melakukan KDRT terhadap istri pertamanya dan kerap mabuk.
Korban merupakan remaja disabilitas.
Manado, IDN Times - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung maut kembali terjadi di Sulawesi Utara. Kali ini seorang lelaki bernama Noval Makasele (28) menikam istri sirinya, Zahra Lantong (17), di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Kasat Reskrim Polres Mitra, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Minggu, 12 April 2026. "Pelakunya sudah ditangkap," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Korban berasal dari Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Namun karena menikah, Zahra mengikuti sang suami tinggal di Ratatotok.
1. Diduga karena cemburu

Lutfi mengatakan bahwa pelaku dan korban sempat bertengkar pada Minggu sekitar pukul 23.45 WITA. Keributan tersebut didengar oleh para tetangga.
Tetangga pun melihat Zahra keluar rumah dengan bersimbah darah. Ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ratatotok, namun nyawanya tak berhasil diselamatkan karena luka yang sangat parah.
Warga sekitar pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi. "Alasan pelaku katanya istrinya ada hubungan dengan laki-laki lain, namun masih kami dalami," tutur Lutfi.
2. Pelaku sudah 2 kali menikah

Rupanya, tak hanya sekali ini Noval melakukan KDRT. Sebelum dengan Zahra, ia sudah pernah menikah yang berujung perceraian.
Hal itu lantaran Noval kerap mabuk-mabukan dan memukul istri pertamanya. Lantaran tak kuat, istri pertamanya kemudian lari dan menggugat cerai Noval.
Keluarga Zahra pun sempat tak merestui hubungan keduanya karena sudah mendengar cerita tersebut. "Tapi cucu saya meyakinkan bahwa pelaku sudah berubah, jadi kami percaya," ujar kakek korban, Hafid Dolo (54).
3. Korban disabilitas

Keduanya baru 1 bulan menikah secara siri lantaran korban masih di bawah umur. Rencananya, dalam waktu dekat mereka akan langsung menikah secara negara.
Zahra sendiri rupanya adalah seorang remaja disabilitas. Ia mengalami kecacatan pada tangan bagian kanan dan menderita hidrosefalus.
"Dia hanya sekolah sampai kelas 6 SD karena penyakitnya itu," tambah Hafid.(*)

















