Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Sidrap Tampil dengan Bling-Bling Emas saat Tiba di Sulsel

Jemaah Haji Sidrap Tampil dengan Bling-Bling Emas saat Tiba di Sulsel
Jemaah haji asal Sidrap, Sulawesi Selatan, tampil mencolok dengan perhiasan emas. Dok. Istimewa
Intinya Sih
  • Ratusan jemaah haji asal Sidrap tiba di Sulsel dengan busana mewah dan perhiasan emas dalam tradisi Ma'bello, simbol kebanggaan masyarakat Bugis sebelum bertemu keluarga di kampung halaman.
  • Tahun 2026, Sidrap memberangkatkan 786 jemaah haji berkat tambahan kuota nasional, sehingga masa tunggu keberangkatan berkurang dari 49 tahun menjadi sekitar 26 tahun.
  • Bupati Syaharuddin Alrif memuji pelayanan haji 2026 yang dinilai lancar tanpa keluhan berarti, meski satu jemaah lanjut usia dirawat di Makassar dan satu lainnya masih menjalani perawatan di Makkah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, tampil mencolok dengan busana mewah dan perhiasan emas atau "bling-bling" usai tiba di Tanah Air, Selasa (2/6/2026).

Penampilan tersebut merupakan bagian dari tradisi Ma'bello, budaya khas masyarakat Bugis yang dilakukan sebelum bertemu keluarga di kampung halaman.

1. Tradisi ma'bello ciri khas jemaah Bugis Sidrap

Jemaah haji asal Sidrap, Sulawesi Selatan, tampil mencolok dengan perhiasan emas. Dok. Istimewa
Jemaah haji asal Sidrap, Sulawesi Selatan, tampil mencolok dengan perhiasan emas. Dok. Istimewa

Saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Makassar, para jemaah masih mengenakan pakaian haji yang seragam. Namun, sebelum melanjutkan perjalanan ke Sidrap, mereka singgah di Masjid Al-Markaz Maros untuk berganti pakaian, berhias, dan mengenakan busana terbaik lengkap dengan perhiasan emas.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan seluruh jemaah asal Sidrap memang diminta untuk berpakain seragam haji sebelum menjalani prosesi Ma'bello.

"Biasanya di pesawat mereka ma'bello atau merias sendiri. Tapi kali ini kebijakannya supaya seragam dulu semuanya menggunakan pakaian haji. Nanti singgah di Maros untuk ma'bello atau merias menggunakan pakaian ala orang Sidrap," kata Syaharuddin.

Menurutnya, tradisi Ma'bello menjadi momen istimewa yang selalu dinantikan para jemaah haji. Setelah menuntaskan ibadah di Tanah Suci, mereka ingin tampil terbaik saat kembali bertemu keluarga dan kerabat yang telah lama menunggu kepulangan mereka.

"Pakaian dandan yang bagus karena sudah ditunggu seluruh keluarganya di Sidrap. Biasanya khasnya emasnya yang banyak," ujarnya.

2. Masa tunggu calon jemah haji Sidrap menjadi sekitar 26 tahun

Jemaah haji asal Sidrap, Sulawesi Selatan, tampil mencolok dengan perhiasan emas. Dok. Istimewa
Jemaah haji asal Sidrap, Sulawesi Selatan, tampil mencolok dengan perhiasan emas. Dok. Istimewa

Usai menjalani prosesi tersebut, para jemaah mengikuti penyambutan resmi di Rumah Jabatan Bupati Sidrap sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Pada gelombang pemulangan pertama, sebanyak 387 jemaah haji asal Sidrap tiba dalam satu kloter yang seluruh penumpangnya berasal dari daerah tersebut. Namun, masih ada satu kloter lagi yang dijadwalkan menyusul pulang ke Indonesia.

"Alhamdulillah ini full satu pesawat, satu kloter semuanya Sidrap. Masih ada lagi satu kloter berikutnya karena Sidrap tahun ini memberangkatkan 786 jemaah haji," ungkap Syaharuddin.

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah jemaah yang berangkat tahun ini tidak terlepas dari bertambahnya kuota haji. Dampaknya, masa tunggu keberangkatan haji di Sidrap yang sebelumnya mencapai 49 tahun kini berkurang menjadi sekitar 26 tahun.

"Sidrap dikenal sebagai daerah yang paling panjang antrean hajinya, sampai 49 tahun. Tapi karena kebijakan yang sangat bagus ini akhirnya kami bisa memberangkatkan hampir 800 jemaah. Mudah-mudahan tahun 2027 lebih banyak lagi," katanya.

3. Apresiasi pelayanan haji 2026

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif/Istimewa
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif/Istimewa

Syaharuddin juga mengapresiasi pelaksanaan haji tahun 2026 yang dinilainya berlangsung lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari para jemaah, pelayanan selama berada di Makkah, Madinah hingga Jeddah berjalan lancar tanpa keluhan berarti.

"Proses pelayanan tahun ini sangat berbeda, sangat bagus. Baik saat pelaksanaan haji di Makkah, Madinah maupun Jeddah. Tidak ada sama sekali keluhan. Tiba di bandara dan Asrama Haji Debarkasi Makassar juga cepat, taktis dan semuanya merasa puas," tuturnya.

Dari total jemaah yang tiba pada kloter pertama, satu orang lanjut usia harus mendapatkan perawatan medis setelah mendarat di Makassar dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

"Ada satu orang yang sakit karena faktor usia lanjut. Begitu turun dari pesawat langsung ditangani dan dibawa untuk observasi di Rumah Sakit Wahidin," jelasnya.

Sementara itu, satu jemaah asal Sidrap lainnya masih menjalani perawatan di Makkah dan akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik.

Tingginya minat masyarakat Sidrap untuk menunaikan ibadah haji juga terus terlihat. Syaharuddin mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 sekitar 1.600 warga telah mendaftar haji melalui salah satu bank daerah. Jumlah tersebut belum termasuk pendaftar dari bank lainnya.

"Animo masyarakat Sidrap untuk mendaftar haji sangat tinggi. Masih ada kurang lebih 10 ribu orang dalam daftar tunggu yang belum berangkat," katanya.

Menurutnya, tingginya minat berhaji sejalan dengan meningkatnya produktivitas sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 7,7 persen.

"Alhamdulillah produktivitas pertanian meningkat, pertumbuhan ekonomi juga naik. Itu membuat kemampuan masyarakat untuk mendaftar dan berangkat haji semakin tinggi," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More