Heboh! Ular Sanca 6 Meter Sembunyi di Kolong Rumah Warga Makassar

- Warga Makassar digegerkan kemunculan ular sanca batik sepanjang 6 meter yang bersembunyi di kolong rumah panggung di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.
- Tim Damkarmat Makassar mengevakuasi ular dengan bantuan warga setelah sempat melilit petugas dan menunjukkan perlawanan karena ukurannya yang besar.
- Ular diduga baru memangsa hewan sebelum ditemukan dan kini diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lanjutan.
Makassar, IDN Times - Seekor ular sanca batik sepanjang sekitar 6 meter menggegerkan warga Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu (15/4/2026) malam. Reptil berukuran besar itu ditemukan menyelinap ke kolong rumah panggung warga di Jalan Toddopuli 15.
Kemunculan ular tersebut memicu kekhawatiran warga, mengingat lokasi permukiman berada tidak jauh dari area rawa yang menjadi habitat alaminya.
1. Ular bersembunyi di kolong rumah warga

Laporan warga diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar sekitar pukul 21.00 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Posko Timur langsung bergerak menuju lokasi dengan melibatkan empat personel.
Kepala Seksi Penyelamatan Damkarmat Makassar, Febri Naldi, mengatakan ular diduga naik dari area rawa ke permukiman warga sebelum akhirnya bersembunyi di bawah rumah panggung.
“Laporan kami terima sekitar pukul 21.00 Wita. Informasinya ular naik dari rawa ke rumah panggung di wilayah Antang, sehingga tim langsung kami kerahkan ke lokasi untuk evakuasi,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/4/2026).
2. Ular sempat melilit petugas saat dievakuasi

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena ukuran ular yang besar dan panjang.
Tim rescue bahkan harus dibantu warga sekitar untuk mengendalikan pergerakan ular.
“Evakuasinya cukup sulit karena panjangnya sekitar 6 meter dan cukup besar. Ular sempat melilit dan melakukan perlawanan, sehingga proses pengangkatan membutuhkan waktu,” jelas Febri.
Meski sempat menunjukkan perilaku agresif saat ditarik dari kolong rumah, situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Proses evakuasi pun berlangsung aman tanpa menimbulkan korban jiwa.
3. Akan diserahkan ke BKSDA

Dari hasil pengamatan sementara, belum ada laporan warga terkait kehilangan ternak. Namun, petugas menduga ular tersebut baru saja memangsa hewan karena kondisi tubuhnya terlihat berisi.
“Belum ada laporan warga kehilangan ternak, tapi kalau dilihat dari kondisi ular, kemungkinan baru selesai makan,” tandasnya.
Usai dievakuasi, ular piton tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.


















