Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

69 Persen Kasus Campak di Sulsel Terjadi pada Anak Tanpa Imunisasi

69 Persen Kasus Campak di Sulsel Terjadi pada Anak Tanpa Imunisasi
ilustrasi imunisasi (Dok. Kemenkes)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sebanyak 69 persen dari 169 kasus campak di Sulawesi Selatan terjadi pada anak tanpa imunisasi, menunjukkan rendahnya cakupan vaksinasi di beberapa wilayah.
  • Dinas Kesehatan menjalankan program Outbreak Response Immunization (ORI) hingga akhir Mei 2026 untuk mengejar imunisasi anak usia 9–59 bulan dan mencegah penyebaran ulang.
  • Program ORI menargetkan 116.808 balita di Sulsel, dengan Makassar sebagai wilayah sasaran terbesar mencapai lebih dari 106 ribu anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat mayoritas kasus campak yang ditemukan sepanjang awal 2026 terjadi pada anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, menyebut hasil penyelidikan epidemiologi telah berlangsung. Hasilnya menunjukkan sebagian besar kasus berasal dari kelompok anak tanpa riwayat vaksinasi.

"Dari 169 yang dinyatakan positif, sekitar 69 persen di antaranya dinyatakan belum pernah mendapatkan imunisasi," kata Evi, Rabu (15/4/2026).

1. Ratusan kasus campak sudah dinyatakan sembuh

ilustrasi campak (freepik.com/Freepik)
ilustrasi campak (freepik.com/Freepik)

Temuan tersebut menunjukkan cakupan imunisasi di sejumlah wilayah masih rendah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan campak, terutama pada kelompok usia rentan.

Dinas Kesehatan Sulsel mencatat total 169 kasus positif campak sepanjang Januari hingga April 2026. Kasus tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota seperti Bulukumba, Jeneponto, Makassar, Sinjai, Maros, Luwu, Luwu Timur, dan Wajo.

Meski demikian, seluruh pasien yang tercatat telah dinyatakan sembuh. Hal itu berdasarkan laporan terbaru dari daerah.

"Per tanggal 14 April ini kita sudah konfirmasi ke kabupaten kota semua pasiennya sudah dinyatakan sembuh," kata Evi. 

2. ORI jadi strategi utama tekan penyebaran

Ilustrasi imunisasi. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi imunisasi. (Dok. Istimewa)

Untuk menekan penyebaran, pemerintah menjalankan imunisasi kejar melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah terdampak. Program ini menjadi strategi utama untuk mengejar cakupan vaksinasi yang belum optimal.

"Imunisasi itu bukan pengobatan, tetapi salah satu upaya untuk dilakukan pencegahan agar tidak menyebar penyakit campak ini," kata Evi.

Pelaksanaan ORI ditargetkan berlangsung hingga akhir Mei 2026 guna mengantisipasi potensi penambahan kasus di lapangan. Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan sebagai kelompok paling rentan.

3. Lebih dari 116 ribu balita jadi sasaran imunisasi

Ilustrasi imunisasi. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi imunisasi. (Dok. Istimewa)

Secara keseluruhan, total sasaran balita dalam program ini mencapai 116.808 anak di Sulawesi Selatan. Kota Makassar menjadi wilayah dengan jumlah sasaran terbesar, yakni 106.473 anak.

Untuk saat ini, kasus campak memang sudah dinyatakan tidak ada lagi penyebaran berdasarkan laporan kabupaten/kota. Meski begitu, mekanisme imunisasi tetap dikejar untuk sasaran usia 9 bulan sampai 59 bulan.

"Supaya terbentuk herd immunity terhadap masyarakat kita yang sudah terdampak berdasarkan klaster yang saya jelaskan berdasarkan definisi operasionalnya," kata Evi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More