Makassar, IDN Times - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat telah menyerap 63 ribu ton jagung dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sepanjang 2026. Stok tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan pakan di tengah keluhan peternak ayam petelur terkait tingginya biaya produksi.
Bulog menargetkan pengadaan jagung mencapai 150 ribu ton pada 2026. Penyerapan tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberlangsungan usaha peternak ayam petelur dan stabilitas pasokan pangan di DPRD Sulsel, Kamis (13/8/2026).
Wakil Pimpinan Bulog Sulselbar, Karmila Kasmin Marunta, mengatakan penyerapan jagung masih terus berlanjut. Musim panen jagung diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026.
"Target pengadaannya adalah 150 ribu ton tahun 2026 dan kita sudah melakukan realisasi pembelian jagung di 24 kabupaten kota sebanyak 63 ribu ton," kata Karmila.
Persoalan pasokan jagung menjadi penting karena sebelumnya peternak mengeluhkan tingginya harga pakan ayam petelur. Dalam RDP tersebut, penyedia pakan sepakat menahan kenaikan harga hingga harga telur di tingkat peternak mencapai Rp24.000 per kilogram atau sekitar Rp44.000-Rp45.000 per rak.
