Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SILPA Diproyeksi Naik Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Sesuaikan Anggaran
Balai Kota Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
  • SILPA Pemkot Makassar dalam APBD Perubahan 2026 diproyeksikan naik sekitar Rp219 miliar, dari target awal Rp400 miliar menjadi sekitar Rp600 miliar setelah pemeriksaan BPK.
  • Pemkot akan menyesuaikan belanja, termasuk anggaran BBM akibat kenaikan harga dan belanja pegawai untuk PPPK paruh waktu, serta mengatur ulang pembelanjaan.
  • Sejumlah program OPD akan dirasionalisasi bila sulit dilaksanakan atau perencanaannya belum matang, sementara target pendapatan daerah dan PAD 2026 tetap dipertahankan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Makassar diproyeksikan bertambah sekitar Rp219 miliar dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Penambahan tersebut diketahui setelah adanya hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan pada APBD Pokok 2026, Pemkot Makassar menargetkan SILPA sekitar Rp400 miliar. Setelah proses pemeriksaan BPK, SILPA bertambah menjadi sekitar Rp600 miliar.

"Kami targetkan di awal tahun sebesar Rp400 miliar, ya ternyata setelah melalui tahapan mengenai hasil pemeriksaan dari BPK, itu SILPA kita naik menjadi Rp600 miliar, jadi ada sekitar Rp290 miliar lebih SILPA kita bertambah," kata Zulkifly, Kamis (24/9/2026).

1. Pemkot sesuaikan belanja dalam APBD Perubahan

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Pemkot selanjutnya akan menyesuaikan belanja dalam APBD Perubahan 2026. Penyesuaian tersebut mencakup anggaran BBM menyusul kenaikan harga bahan bakar.

Selain itu, Pemkot menyesuaikan belanja pegawai seiring adanya kebutuhan anggaran untuk PPPK paruh waktu. Penyesuaian tersebut membuat anggaran belanja pegawai mengalami kenaikan.

"Nah, ini tentu kita harus mengatur ulang untuk segera kita melakukan pembelanjaan supaya SILPA kita bisa sedikit untuk di akhir tahun nanti," katanya. 

2. Sejumlah program OPD dirasionalisasi

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Zulkifly mengatakan perubahan belanja tersebut juga mencakup rasionalisasi sejumlah program organisasi perangkat daerah (OPD). Program yang dinilai sulit terlaksana karena waktu yang terbatas atau perencanaannya belum matang akan disesuaikan kembali.

"Untuk kegiatan-kegiatan program yang dari OPD pesimis untuk melaksanakan, karena mungkin melihat waktu, kemudian perencanaan-perencanaan tidak matang, hasil dari konsultasi dari TAPD," katanya.

3. Target pendapatan daerah tetap dipertahankan

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara dari sisi pendapatan, Pemkot Makassar tidak menurunkan target yang telah ditetapkan dalam APBD Pokok 2026. Pemkot tetap mempertahankan target pendapatan daerah dan optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat tercapai.

"Untuk pendapatan kita tetap sesuai dengan target di pokok. Kita tidak melakukan penurunan pendapatan. Meskipun banyak tantangan yang andalkan tapi dalam hal ini PAD optimis untuk melakukan pencapaian target pendapatan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article