Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sepeda Listrik Jadi Moda Baru di Unhas, Bisa Dipakai Rp980 per Menit
Mahasiswa menggunakan layanan sepeda listrik di kawasan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/2/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)
  • Universitas Hasanuddin meluncurkan 600 unit sepeda listrik “Wesgo Unhas” di area kampus Tamalanrea, Makassar, dengan tarif Rp980 per menit melalui sistem aplikasi untuk sivitas akademika.
  • Program hasil kerja sama dengan PT EZ GO Technology Indonesia ini menargetkan peningkatan armada hingga 6.000 unit dalam empat tahun, disertai pengembangan infrastruktur parkir terintegrasi.
  • Inisiatif Wesgo menjadi bagian dari roadmap Green Campus Unhas untuk mendorong mobilitas ramah lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan di lingkungan akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Universitas Hasanuddin meluncurkan layanan sepeda listrik bernama “Wesgo Unhas” sebagai moda transportasi internal kampus dengan tarif penggunaan Rp980 per menit.
  • Who?
    Program ini dijalankan oleh Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan PT EZ GO Technology Indonesia, serta dapat digunakan oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus.
  • Where?
    Layanan beroperasi di kawasan Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, Makassar, dengan 600 unit sepeda tersebar di 32 titik parkir.
  • When?
    Layanan mulai beroperasi pada Februari 2026 dan ditargetkan berkembang hingga enam ribu unit dalam tiga sampai empat tahun mendatang.
  • Why?
    Inisiatif ini bertujuan mendukung konsep Green Campus dan Smart Mobility, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan bermotor konvensional serta emisi karbon di area kampus.
  • How?
    Sistem berbasis aplikasi memungkinkan pengguna memantau status baterai, lokasi GPS, serta melakukan verifikasi perjalanan dan parkir pintar secara real-time melalui ponsel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Universitas Hasanuddin kini mengoperasikan 600 unit sepeda listrik sebagai moda transportasi internal kampus di Tamalanrea, Makassar. Layanan ini diberi nama “Wesgo Unhas” dan sudah dapat digunakan sivitas akademika melalui sistem berbasis aplikasi.

Armada tersebut disebar di 32 titik parkir yang menjangkau fakultas dan unit kerja di lingkungan kampus. Program ini menjadi bagian dari penguatan konsep Green Campus dan Smart Mobility, sekaligus upaya menekan penggunaan kendaraan bermotor konvensional di area kampus.

1. Ditargetkan bertambah hingga enam ribu unit

Mahasiswa menggunakan layanan sepeda listrik di kawasan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/2/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Program sepeda listrik ini merupakan hasil kerja sama Unhas dengan PT EZ GO Technology Indonesia. Pada tahap awal, 600 unit dioperasikan dan dapat diakses mahasiswa maupun dosen dengan tarif Rp980 per menit.

Ke depan, jumlah armada ditargetkan meningkat hingga 5.000–6.000 unit dalam kurun tiga hingga empat tahun mendatang. Pengembangan itu akan diikuti dengan penataan infrastruktur, termasuk rencana pembangunan gedung parkir terintegrasi untuk memperbaiki sistem perparkiran kampus.

Manager PT EZ GO Technology Indonesia, M. Vicki, mengatakan layanan ini dirancang sebagai solusi mobilitas bersama tanpa harus dimiliki secara pribadi. “Kami melihat kebutuhan nyata mahasiswa terhadap transportasi dalam kampus. Karena itu, kami menghadirkan solusi mobilitas yang bisa digunakan bersama, tanpa harus dimiliki secara pribadi. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus,” katanya dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (25/2/2026).

2. Dilengkapi GPS dan pemantauan baterai real-time

Mahasiswa melihat rute perjalanan sepeda listrik menggunakan aplikasi di kawasan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/2/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Wesgo Unhas didukung sistem teknologi berbasis aplikasi dengan sejumlah fitur utama. Di antaranya pembaruan status baterai setiap 10 detik, pelacakan Global Positioning System (GPS), sistem verifikasi dan pelacakan perjalanan, serta manajemen parkir pintar.

Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengetahui kondisi sepeda secara langsung melalui ponsel, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban parkir di area kampus. Skema ini diharapkan membuat mobilitas internal kampus lebih praktis, efisien, dan terkontrol.

3. Bagian dari Roadmap Green Campus

Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa. (Dok. Unhas)

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyebut penggunaan sepeda listrik merupakan bagian dari roadmap kampus menuju Green Campus dan penguatan nilai keberlanjutan.

“Mimpi menjadi green campus itu tidak mudah. Tetapi kehadiran Wesgo ini adalah solusi nyata. Kita sedang mengubah lifestyle sivitas akademika menuju pola hidup berkelanjutan. Ini bukan sekadar transportasi, tetapi perubahan budaya,” jelasnya.

Menurutnya, peralihan ke kendaraan listrik bukan hanya mengurangi polusi udara dan suara, tetapi juga memperkuat posisi Unhas dalam pemeringkatan kampus hijau dunia.

“Dengan beralih ke transportasi listrik, kita tidak hanya mengurangi polusi udara dan suara, tetapi juga memperkuat posisi Unhas dalam pemeringkatan global kampus hijau. Ini akan menjadi lifestyle baru di Unhas,” tambahnya.

Dengan operasional yang kini berjalan, Unhas menargetkan terciptanya ekosistem kampus yang lebih rendah emisi dan terintegrasi secara digital dalam beberapa tahun ke depan.

Editorial Team