Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026) pagi. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Munafri mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi saat ini.
"Kehadiran kita pada pagi hari ini adalah bentuk dari manifestasi penghambaan kita kepada Allah SWT. Hari ini kita hadir bersama-sama di halaman Masjid Al Markaz ini untuk memohon, meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, untuk menurunkan hujan," ujarnya.
Menurut Munafri, kemarau panjang telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga menimbulkan berbagai dampak lain, mulai dari berkurangnya ketersediaan air untuk irigasi hingga pemadaman listrik bergilir.
Ia mengatakan prakiraan BMKG mengenai potensi hujan yang baru turun pada akhir Oktober merupakan sebuah prediksi. Menurutnya, manusia tetap dapat melakukan ikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT.
"Ini perkiraan. Tapi semua ada yang mengatur, dan hari ini kita hadir bersama-sama untuk meminta kepada Pengaturnya untuk menurunkan. Doa-doa kita menjadi cara yang terbaik untuk menyampaikan ini kepada Sang Pengatur, Sang Maha Kuasa, Allah SWT," tuturnya.