Produksi Padi Naik 12 Persen, Sulsel Optimistis Swasembada Pangan 2026

- Sulsel optimistis mencapai swasembada pangan 2026
- Capaian produksi padi naik 12,05 persen pada 2025
- Masuk tiga besar nasional dalam mendukung swasembada pangan
Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan optimistis dapat mencapai target swasembada pangan pada 2026. Keyakinan tersebut merujuk pada capaian produksi tahun sebelumnya serta dukungan program dari pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH Bun) Sulsel, Bustanul Arifin, mengatakan hingga kini pembagian target resmi swasembada dari Kementerian Pertanian untuk masing-masing provinsi belum ditetapkan. Meski begitu, Sulsel menyiapkan langkah untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian produksi.
"Belum ada penetapannya. Jadi sampai sekarang kita masih menunggu seperti apa pembagian target swasembada dari pusat untuk dibagikan ke setiap provinsi. Tapi prinsipnya insyaallah untuk Sulsel kita capai swasembada kita," kata Bustanul, Kamis (12/2/2026).
1. Masuk tiga besar nasional

Bustanul menyebut pada 2025, capaian produksi Sulsel melampaui target yang diberikan. Daerah ini bahkan masuk tiga besar nasional dalam mendukung swasembada pangan.
"Alhamdulillah, Sulsel itu masuk ketiga besar di nasional untuk mendukung swasembada kita," katanya.
Menurut Bustanul, capaian tersebut menjadi modal penting menghadapi 2026. Selain peningkatan produksi padi, penguatan komoditas lain seperti jagung dan hortikultura juga menjadi perhatian.
"Pada prinsipnya kan jagung ini adalah pertanaman yang sela antara padi. Jadi misalnya kalau sudah padi, jagung dulu. Dua kali padi, satu kali jagung. Jadi, pertanaman jagung sangat dimungkinkan dilakukan di Sulsel," katanya.
2. Produksi padi naik 12,05 persen pada 2025

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPH Bun Sulsel, Syarifpuddin, menyampaikan capaian produksi tahun sebelumnya cukup tinggi. Capaian tersebut menjadi modal kuat dalam menghadapi target tahun ini.
Dia menyebutkan, pada 2025 produksi padi Sulsel mencapai 5.399.172 ton gabah kering atau setara 3.098.241 ton beras. Angka tersebut meningkat 12,05 persen dibanding 2024 yang produksi gabah keringnya berada di kisaran 4,8 juta ton.
"Kalau berbicara surplus, pencapaian itu sudah kita dapatkan, bahkan melampaui target," kata Syarifpuddin.
3. Hadapi tantangan alih fungsi lahan

Surplus tersebut memang sudah tercapai, bahkan melampaui target yang ditetapkan. Meski begitu, tetap ada hambatan yang dihadapi dalam mempertahankan swasembada pangan.
"Di antaranya masalah alih fungsi lahan, dari lahan sawan ke lahan non sawah, kemudian kondisi sawah termasuk juga kondisi petani," katanya.
Namun Syarifuddin menyatakan pihaknya meyakini target tersebut dapat diraih. Keyakinan itu didukung sejumlah program yang telah disiapkan.
"Untuk 2026 memang belum ada penetapan target dari Kementerian Pertanian. Tapi kita yakin tahun ini bisa tercapai, tentu dengan program-program yang sudah kita siapkan," katanya.


















