Makassar Genjot Pembangunan 2026, Musrenbang Catat 2.181 Usulan

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mencatat total 2.181 usulan program pembangunan untuk tahun 2026 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Rinciannya, 1.194 usulan berasal dari Daftar Kegiatan Lingkungan (Dakel), 987 usulan sektoral, dan 795 usulan gabungan yang masuk dalam proses sinkronisasi prioritas pembangunan.
Program prioritas untuk tahun depan difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Selain itu, fokus juga diberikan pada kebersihan, lingkungan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta koperasi dan UKM.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan perlunya pembenahan internal birokrasi sebelum membahas koordinasi lintas dinas. Dia memperingatkan praktik deep state dan ego sektoral yang bisa menghambat pembangunan.
"Bagaimana mau lintas kerja kalau secara internal masih banyak hal yang belum bisa dibenahi dengan baik," kata Munafri.
1. Perangkat daerah harus jalankan program tepat sasaran dan efisien

Munafri menegaskan efektivitas pembangunan bergantung pada kemampuan perangkat daerah. Setiap program harus dijalankan secara tepat sasaran dan efisien.
"Inilah yang menurut saya menjadi alarm. Leadership kita diuji. Kita harus memastikan laporan yang masuk tidak semuanya manis," katanya.
Dia menekankan seluruh perangkat daerah harus bekerja sama dan saling mendukung, tanpa memprioritaskan kepentingan sendiri, termasuk dalam urusan teknis lintas dinas.
"Jangan membangun kerajaan-kerajaan sendiri. Yang harus dipastikan adalah program tepat sasaran, tepat waktu, dan efisien," katanya.
2. Program yang diusulkan telah disinkronisasi semua SKPD

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, memaparkan sejumlah rancangan program strategis yang diusulkan dalam Musrenbang. Program ini merupakan rekomendasi dari seluruh SKPD teknis untuk dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan di Kota Makassar.
Usulan ini telah melalui proses sinkronisasi antarperangkat daerah. Selain itu, setiap usulan juga telah dianalisa untuk memastikan prioritas pembangunan tepat sasaran.
"Rancangan program ini merupakan rekomendasi yang kami terima dari SKPD teknis untuk dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari arah pembangunan Kota Makassar," katanya.
3. Program strategis diusulkan dari berbagai bidang

Setiap SKPD mengusulkan program strategis sesuai bidangnya. Dinas Pendidikan fokus pada rehabilitasi ruang kelas, penataan halaman, pembagian baju sekolah gratis, Unit Layanan Disabilitas, dan pendidikan inklusif. Dinas Kesehatan mengarahkan pada layanan ramah disabilitas, pelatihan bahasa isyarat, klaim bagi ODGJ, serta pemutakhiran data posyandu.
Dinas Sosial menambahkan tenaga pekerja sosial, Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), perlengkapan jenazah di tingkat kecamatan, serta penerjemah bahasa isyarat. Dinas Pekerjaan Umum dan Infrastruktur fokus pada akses air bersih, sanitasi aman, jalan dan jembatan, drainase, serta pengendalian banjir.
Dinas Lingkungan Hidup mengusulkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, bank sampah, komposter, TPS3R, dan edukasi lingkungan. Dinas Perikanan dan Pertanian menekankan urban farming, kapasitas pelaku perikanan, pertanian, peternakan, serta sarana prasarana nelayan.
Dinas Pariwisata menargetkan peningkatan infrastruktur dan daya saing destinasi, promosi, konektivitas udara, pengembangan ekonomi kreatif, HAKI, dan sertifikasi SDM. Dinas Koperasi dan UKM fokus pada pendampingan usaha, kolaborasi lintas sektor, transformasi digital, inovasi produk, dan tata kelola profesional.
Kebersihan dan penataan kota juga menjadi prioritas, termasuk pelaksanaan program Jumat Bersih hingga tingkat RT. Selain itu, pemkot akan menertibkan spanduk dan baliho serta melarang pemasangan iklan rokok di kawasan pusat kota.


















