Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panen Raya di Maros, Hasil Jagung Naik Signifikan Lewat Agrosolution

IMG-20260211-WA0146.jpg
Rangkaian Acara Panen Raya Jagung Program Agrosolution di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Kejati Sulsel)
Intinya sih...
  • Swasembada pangan tidak hanya beras, tetapi juga jagung dan komoditas strategis lainnya.
  • Kolaborasi lintas sektor antara korporasi, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan petani.
  • Program Agrosolution diharapkan menjadi solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Produktivitas jagung petani di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, melonjak drastis setelah menerapkan Program Agrosolution dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Dari sebelumnya rata-rata 2,5 ton per hektare, hasil panen kini menembus 6 ton per hektare atau naik sekitar 140 persen.

Capaian itu terungkap dalam Panen Raya Jagung Program Agrosolution yang digelar pada Rabu (11/2/2026). Program ini menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden RI.

1. Swasembada pangan tidak hanya beras

IMG-20260211-WA0148.jpg
Rangkaian Acara Panen Raya Jagung Program Agrosolution di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Kejati Sulsel).

Komisaris Utama Pupuk Kaltim, Andhi Nirwanto, menegaskan Agrosolution merupakan implementasi konkret arah kebijakan pemerintah dalam mendorong swasembada pangan. Ia menekankan, ketahanan pangan tidak hanya dimaknai pada komoditas beras, tetapi juga jagung dan komoditas strategis lainnya.

“Program ini sangat strategis. Swasembada pangan tidak hanya beras, tetapi juga jagung serta diversifikasi pangan lain seperti gandum. Ini bagian dari ikhtiar besar membangun kemandirian pangan nasional,” ujar Andhi.

Menurutnya, fungsi pengawasan dewan komisaris memastikan seluruh kebijakan dan langkah korporasi tetap sejalan dengan visi pemerintah, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian berbasis produktivitas dan efisiensi.

2. Kolaborasi lintas sektor

IMG-20260211-WA0144.jpg
Rangkaian Acara Panen Raya Jagung Program Agrosolution di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Kejati Sulsel).

Panen raya di Tompobulu menjadi contoh model kolaboratif terintegrasi. Korporasi menyediakan solusi teknis dan produk, pemerintah daerah memperkuat kebijakan, aparat penegak hukum melakukan pengawalan, sementara petani menjadi aktor utama di lapangan.

Keterlibatan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan juga menjadi bagian dari pengawalan program strategis nasional. Pendampingan dilakukan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta Intelijen, untuk memastikan pelaksanaan program berjalan transparan dan sesuai regulasi.

Andhi menjelaskan, pendekatan ini dinilai tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga fungsi preventif dan mitigasi risiko agar petani merasa aman dalam menjalankan program.

“Keberhasilan panen jagung ini memperlihatkan bahwa ketika teknologi, tata kelola, dan komitmen bersama berjalan selaras, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani bukanlah hal yang mustahil,” ujar Andhi.

3. Berawal dari keluhan pupuk subsidi

IMG-20260211-WA0149.jpg
Rangkaian Acara Panen Raya Jagung Program Agrosolution di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Kejati Sulsel).

Dalam kegiatan tersebut, Kasi Ops Pidsus Kejati Sulsel, Hary Surachman, mendapat apresiasi sebagai salah satu penggerak perubahan di lapangan. Ia merespons keluhan petani terkait kelangkaan pupuk subsidi di Tompobulu dengan mendorong solusi alternatif berbasis produktivitas.

Sebagai putra daerah Maros, Hary mengaku terdorong untuk memutus pola ketergantungan pada pupuk subsidi. Melalui koordinasi dengan Pupuk Kaltim, ia menginisiasi penggunaan pupuk non-subsidi dalam skema Agrosolution yang dikombinasikan dengan pendampingan teknis serta rekomendasi pemupukan berbasis kebutuhan lahan.

“Awalnya petani mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi. Saya sampaikan bahwa di sejumlah daerah lain, penggunaan pupuk non subsidi dengan pengelolaan yang tepat justru menghasilkan produktivitas lebih tinggi. Biaya mungkin sedikit berbeda, tetapi hasilnya jauh lebih optimal,” jelasnya.

Ia menuturkan untuk hasilnya, selain lonjakan produksi hingga 6 ton per hektare, pendapatan petani juga meningkat signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp11 juta per hektare per musim tanam, kini naik menjadi Rp18 juta.

Secara agregat, pada luasan 30 hektare, nilai ekonomi kawasan meningkat dari kisaran Rp300 juta menjadi sekitar Rp800 juta dalam satu musim tanam.

"Peningkatan ini diperkuat melalui hasil ubinan bersama penyuluh pertanian serta verifikasi lapangan," ungkapnya.

4. Diharapkan menjadi solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir

IMG-20260211-WA0143.jpg
Rangkaian Acara Panen Raya Jagung Program Agrosolution di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Rabu (11/2/2026). (Dok. Humas Kejati Sulsel).

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengatakan perusahaan terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui penyediaan pupuk bersubsidi secara nasional, optimalisasi distribusi, hingga inovasi produk untuk meningkatkan efisiensi pemupukan.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga melakukan transformasi industri melalui program peremajaan (revamping) Pabrik Kaltim 2 guna meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi.

Perusahaan juga membangun pabrik soda ash sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ekosistem industri penunjang sektor pangan dan pertanian.

"Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan tidak berhenti pada distribusi produk, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas industri hulu sebagai fondasi keberlanjutan," kata Teguh.

Melihat keberhasilan di Tompobulu, Pupuk Kaltim memastikan Agrosolution akan terus diperluas ke berbagai daerah dan komoditas unggulan lainnya. Program ini diharapkan menjadi solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari akses agri input hingga serapan hasil panen.

"Agrosolution juga upaya menekan ketergantungan petani akan pupuk bersubsidi, dengan hasil yang jauh lebih optimal. Makanya program ini akan terus kami kembangkan di berbagai daerah lainnya di Indonesia," kataTeguh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Panen Raya di Maros, Hasil Jagung Naik Signifikan Lewat Agrosolution

11 Feb 2026, 23:48 WIBNews