Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mukernas PPP Rumuskan Strategi 2029 dan Tegaskan Dukungan Pemerintah

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)

Makassar, IDN Times — Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Makassar menjadi momentum penting bagi partai untuk merumuskan arah perjuangan menuju Pemilu 2029 sekaligus menegaskan posisi politik dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Forum nasional ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menghasilkan keputusan strategis yang berdampak langsung bagi konsolidasi partai.

Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menekankan bahwa Mukernas harus melahirkan produk keputusan yang menjadi pijakan perjuangan jangka panjang. Ia menilai tantangan politik ke depan semakin kompleks, sehingga partai perlu merespons dengan strategi yang relevan, terutama menghadapi perubahan demografi pemilih.

Mardiono menegaskan Mukernas I PPP tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi titik tolak arah perjuangan partai. Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan forum ini untuk merumuskan langkah konkret menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Mukernas tidak hanya seremonial. Jika tidak menghasilkan produk keputusan, maka sia-sia kita melaksanakan Mukernas. Saya meminta rekan-rekan mempersiapkan diri agar hasil Mukernas benar-benar menjadi miqot perjuangan menyongsong Pemilu 2029,” tegas Mardiono.

1. Mukernas diminta hasilkan keputusan strategis menuju Pemilu 2029

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan wilayah PPP yang telah menyelenggarakan Musyawarah Wilayah. Hingga saat ini, Muswil telah terlaksana di 33 dari total 38 wilayah di Indonesia.

Mardiono juga mengucapkan selamat kepada para ketua dan sekretaris wilayah beserta jajaran pimpinan harian yang telah menerima amanah partai. Ia berharap kepercayaan tersebut dijalankan secara maksimal demi mewujudkan cita-cita PPP.

“Saya berharap amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya dalam rangka mewujudkan cita-cita PPP,” sambungnya.

2. PPP tegaskan dukungan penuh pada program pemerintah

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)

Mukernas I PPP juga menjadi ajang peneguhan sikap politik partai sebagai bagian dari kekuatan pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mardiono meminta seluruh kader aktif mengawal agenda strategis pemerintah yang berpihak pada rakyat.

“Seluruh kader PPP wajib mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945. Kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas Mardiono dalam sambutannya.

Ia menilai cita-cita kesejahteraan rakyat yang dirumuskan para pendiri bangsa belum sepenuhnya tercapai. Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara kekuatan politik dan pemerintah menjadi kunci percepatan pembangunan.

“Founding fathers kita ingin rakyatnya sejahtera, rakyatnya makmur, dan bangsa ini kuat. Tapi cita-cita itu belum sepenuhnya kita wujudkan. Saatnya kita bergandengan tangan dengan pemerintah agar secepatnya terwujud,” kata Mardiono.

3. Kemandirian pangan disebut sebagai martabat bangsa

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)

Dalam pidatonya, Mardiono menyoroti kemandirian pangan sebagai agenda strategis nasional yang harus diperjuangkan bersama. Ia menilai isu pangan bukan sekadar ekonomi, melainkan menyangkut kehormatan negara.

“Pangan adalah kehormatan bangsa. Ini menyangkut martabat kita sebagai negara merdeka,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor pangan merupakan kebijakan penting yang menunjukkan keberanian politik. Ia menyebut bangsa besar harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Indonesia bertekad tidak akan lagi impor pangan. Sekali lagi, pangan adalah harkat dan martabat bangsa. Dan ternyata kita bisa,” ungkapnya.

Mardiono menambahkan, kebijakan ketahanan pangan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan stabilitas harga. Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi agenda pembangunan nasional.

“Tahun ini kita bisa mensejahterakan petani dan menekan harga. Ini langkah besar,” tambahnya.

4. PPP siapkan kader hadapi dominasi pemilih muda

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dibuka Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Rabu malam (11/2/2026). (Dok. IDN Times)

Mardiono menilai Pemilu 2029 akan didominasi pemilih dari generasi milenial dan generasi Z. Perubahan demografi ini menuntut partai menyesuaikan pendekatan dan strategi komunikasi politik.

“Pada Pemilu 2029, kita akan menghadapi pemilih dari generasi milenial dan generasi Z. Ini tentu membawa perubahan cara pandang dan pendekatan dalam pelaksanaan pemilu. Setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing,” kata Mardiono.

Ia menekankan pentingnya peran PPP dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu memimpin bangsa di masa depan. Menurutnya, kader partai harus hadir sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas generasi penerus.

“Kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dalam mengantarkan generasi milenial dan generasi Z agar kelak mampu memimpin bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Mardiono menutup dengan menegaskan tanggung jawab moral seluruh kader untuk terus berjuang demi kemaslahatan umat dan negara. PPP, kata dia, harus tetap hadir mengawal kebijakan demi kepentingan rakyat.

“Berjuang untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara adalah jiwa politisi yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Itulah tugas kader PPP,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Mukernas PPP Rumuskan Strategi 2029 dan Tegaskan Dukungan Pemerintah

12 Feb 2026, 17:59 WIBNews